Polisi Gagalkan Perkawinan 2 Bocah
Jumat, 31/10/2008 14:16 WIB
Karachi
Astaga! Dua bocah akan dinikahkan oleh orangtua mereka. Padahal usia si anak perempuan baru 4 tahun dan si anak laki-laki 7 tahun. Tapi untunglah, polisi datang untuk menghentikan pernikahan tersebut.
Kejadian ini terjadi di Kota Karachi, Pakistan seperti diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (31/10/2008).
Polisi telah menangkap penghulu yang akan menikahkan kedua anak kecil tersebut. Sejumlah polisi datang menggerebek sebuah rumah warga pada Kamis, 30 Oktober malam waktu setempat. Penggerebekan ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga setempat.
Menurut mantan pejabat pemerintahan setempat, Nazakat Hussain, bocah perempuan tersebut dikawinkan oleh ayahnya demi mendapatkan uang sekitar 500 ribu rupee.
"Kami telah melihat banyak yang berkumpul di rumahnya dalam dua hari ini. Semalam saya pergi ke sana dan melihat anak perempuan itu akan menikah. Jadi kami menelepon polisi," kata Hassan.
Menurut warga lainnya, pernikahan dini itu dilalukan untuk menyelesaikan perselisihan keluarga yang telah berlangsung lama.
Dalam insiden ini, polisi menangkap ayah si bocah laki-laki. Sedangkan ayah si anak perempuan berhasil kabur. Polisi masih melakukan pengejaran.
Undang-undang Pakistan menetapkan batasan umur minimal 18 tahun bagi mereka yang akan menikah. Namun di negeri itu, anak perempuan kerap dipaksa kawin untuk menyelesaikan keributan keluarga atau melunasi utang. (ita/iy)
Kejadian ini terjadi di Kota Karachi, Pakistan seperti diberitakan kantor berita Reuters, Jumat (31/10/2008).
Polisi telah menangkap penghulu yang akan menikahkan kedua anak kecil tersebut. Sejumlah polisi datang menggerebek sebuah rumah warga pada Kamis, 30 Oktober malam waktu setempat. Penggerebekan ini dilakukan setelah polisi menerima laporan dari warga setempat.
Menurut mantan pejabat pemerintahan setempat, Nazakat Hussain, bocah perempuan tersebut dikawinkan oleh ayahnya demi mendapatkan uang sekitar 500 ribu rupee.
"Kami telah melihat banyak yang berkumpul di rumahnya dalam dua hari ini. Semalam saya pergi ke sana dan melihat anak perempuan itu akan menikah. Jadi kami menelepon polisi," kata Hassan.
Menurut warga lainnya, pernikahan dini itu dilalukan untuk menyelesaikan perselisihan keluarga yang telah berlangsung lama.
Dalam insiden ini, polisi menangkap ayah si bocah laki-laki. Sedangkan ayah si anak perempuan berhasil kabur. Polisi masih melakukan pengejaran.
Undang-undang Pakistan menetapkan batasan umur minimal 18 tahun bagi mereka yang akan menikah. Namun di negeri itu, anak perempuan kerap dipaksa kawin untuk menyelesaikan keributan keluarga atau melunasi utang. (ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:34 WIB
Gerhana Sianipar Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi Angie
-
Selasa, 22/05/2012 14:31 WIB
Buku Bergambar Nabi Muhammad Diterima Sekolah 6 Bulan Lalu di Solo
-
Selasa, 22/05/2012 14:29 WIB
Calon Pemimpin Agama Asia Pasifik Belajar ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 14:26 WIB
Sambangi DPR, FPI & FUI Ingin Bahas Lady Gaga
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
