Tiga Fraksi Minta Pengesahan RUU Pornografi Ditunda
Rabu, 29/10/2008 18:46 WIB
Jakarta
Tiga fraksi meminta pengesahan RUU Pornografi ditunda. Mereka adalah FPKB, FPDIP, dan FPDS.
"PDIP, PKB, dan PDS minta pengesahannya ditunda setelah reses. Tapi yang lain tetap meminta besok karena prosedurnya sudah dilalui," kata Ketua FPPP Lukman Hakim Saefudin.
Hal itu dia katakan di sela-sela rapat pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2008).
Menurut Lukman, penolakan dari tiga provinsi yaitu DIY, Bali, dan Sulawesi Utara, tidak bisa menjadi alasan penundaan pengesahan RUU tersebut. Sebab, tidak ada satu pun RUU yang bisa memuaskan semua pihak.
Bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh RUU tersebut, kata Lukman, ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh, yakni mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi.
"Bukan dengan demo ataupun tekanan-tekanan," lanjutnya.
Penundaan RUU ini, kata Lukman, akan menjadi preseden buruk bagi RUU yang lain. Nantinya setiap RUU yang mengundang pro kontra akan selalu tertunda-tunda.
Karena itu, kata Lukman, FPPP meminta agar RUU ini secepatnya disahkan dalam rapat paripurna besok.
Saat ini tengah digelar rapat pengganti Bamus guna menentukan apakah pengesahan RUU Pornografi akan dilakukan besok. Dan tiga partai di atas masih tetap ngotot minta penundaan.
(sho/nrl)
"PDIP, PKB, dan PDS minta pengesahannya ditunda setelah reses. Tapi yang lain tetap meminta besok karena prosedurnya sudah dilalui," kata Ketua FPPP Lukman Hakim Saefudin.
Hal itu dia katakan di sela-sela rapat pengganti Badan Musyawarah (Bamus) DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2008).
Menurut Lukman, penolakan dari tiga provinsi yaitu DIY, Bali, dan Sulawesi Utara, tidak bisa menjadi alasan penundaan pengesahan RUU tersebut. Sebab, tidak ada satu pun RUU yang bisa memuaskan semua pihak.
Bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh RUU tersebut, kata Lukman, ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh, yakni mengajukan uji materiil ke Mahkamah Konstitusi.
"Bukan dengan demo ataupun tekanan-tekanan," lanjutnya.
Penundaan RUU ini, kata Lukman, akan menjadi preseden buruk bagi RUU yang lain. Nantinya setiap RUU yang mengundang pro kontra akan selalu tertunda-tunda.
Karena itu, kata Lukman, FPPP meminta agar RUU ini secepatnya disahkan dalam rapat paripurna besok.
Saat ini tengah digelar rapat pengganti Bamus guna menentukan apakah pengesahan RUU Pornografi akan dilakukan besok. Dan tiga partai di atas masih tetap ngotot minta penundaan.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:34 WIB
Gerhana Sianipar Penuhi Panggilan KPK Sebagai Saksi Angie
-
Selasa, 22/05/2012 14:31 WIB
Buku Bergambar Nabi Muhammad Diterima Sekolah 6 Bulan Lalu di Solo
-
Selasa, 22/05/2012 14:29 WIB
Calon Pemimpin Agama Asia Pasifik Belajar ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 14:26 WIB
Sambangi DPR, FPI & FUI Ingin Bahas Lady Gaga
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
_3.gif)
