PKS Pilih Kursi Parlemen, Mega-Hidayat Tak Mungkin Gabung
Rabu, 29/10/2008 08:27 WIB
Jakarta
PKS-PDIP santer terdengar akan berkoalisi untuk Pilpres 2009. Nama Megawati dan Hidayat Nur Wahid pun digadang-gadang. Tapi dinilai pasangan ini tidak mungkin bergabung.
"Target PKS memperbesar parlemen. Mereka tidak akan ngotot untuk kursi presiden, untuk posisi RI 1 mereka akan tahu diri," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito saat berbincang melalui telepon, Rabu (29/10/2008).
Arie mengemukakan, di PKS muncul agenda besar tidak berkoalisi dengan PDIP. Apalagi target mereka hanya memperbesar parlemen.
"Partai ini baru lahir di era reformasi, koalisi PKS dan PDIP agak berat terjadi, kemungkinannya kecil. Tapi kalau dari sisi kepentingan pragmatis antar elit itu mungkin saja," jelasnya.
Namun Arie yang tengah menyusun tesis doktoral tentang PKS ini melihat basis konstituen dan masing-masing ideologi partai, koalisi sulit terwujud.
"Hidayat dan Megawati terlalu dipaksakan, ini tidak bagus untuk pendidikan politik jangka panjang. Bila itu terjadi, cara politiknya berpolitik elit, tidak membangun ideologi politik yang jelas," urainya.
Arie melanjutkan, apalagi PKS melihat secara realistis kalau masyarakat Indonesia masih merupakan floating mass, dan untuk soal presiden lebih memilih yang populer.
"Bila bicara Indonesia, Hidayat dan Mega kalau dipasangkan akan kalah. Dan dugaan saya PKS tidak akan berkoalisi dengan partai besar, mereka akan lebih memilih partai kecil untuk mengabsorsi," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan PKS yang memunculkan 8 nama capres? "Itu agar tidak memunculkan kehebohan di dalam PKS. Perlu dicatat, PKS tidak bicara 2009, mereka lebih memilih menguasai parlemen," tandasnya. (ndr/nrl)
"Target PKS memperbesar parlemen. Mereka tidak akan ngotot untuk kursi presiden, untuk posisi RI 1 mereka akan tahu diri," kata pengamat politik UGM Arie Sudjito saat berbincang melalui telepon, Rabu (29/10/2008).
Arie mengemukakan, di PKS muncul agenda besar tidak berkoalisi dengan PDIP. Apalagi target mereka hanya memperbesar parlemen.
"Partai ini baru lahir di era reformasi, koalisi PKS dan PDIP agak berat terjadi, kemungkinannya kecil. Tapi kalau dari sisi kepentingan pragmatis antar elit itu mungkin saja," jelasnya.
Namun Arie yang tengah menyusun tesis doktoral tentang PKS ini melihat basis konstituen dan masing-masing ideologi partai, koalisi sulit terwujud.
"Hidayat dan Megawati terlalu dipaksakan, ini tidak bagus untuk pendidikan politik jangka panjang. Bila itu terjadi, cara politiknya berpolitik elit, tidak membangun ideologi politik yang jelas," urainya.
Arie melanjutkan, apalagi PKS melihat secara realistis kalau masyarakat Indonesia masih merupakan floating mass, dan untuk soal presiden lebih memilih yang populer.
"Bila bicara Indonesia, Hidayat dan Mega kalau dipasangkan akan kalah. Dan dugaan saya PKS tidak akan berkoalisi dengan partai besar, mereka akan lebih memilih partai kecil untuk mengabsorsi," jelasnya.
Lalu bagaimana dengan PKS yang memunculkan 8 nama capres? "Itu agar tidak memunculkan kehebohan di dalam PKS. Perlu dicatat, PKS tidak bicara 2009, mereka lebih memilih menguasai parlemen," tandasnya. (ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:31 WIB
Buku Bergambar Nabi Muhammad Diterima Sekolah 6 Bulan Lalu di Solo
-
Selasa, 22/05/2012 14:29 WIB
Calon Pemimpin Agama Asia Pasifik Belajar ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 14:26 WIB
Sambangi DPR, FPI & FUI Ingin Bahas Lady Gaga
-
Selasa, 22/05/2012 14:21 WIB
JK: Lady Gaga Sedikit Aneh Juga!
-
Selasa, 22/05/2012 14:16 WIB
Polri Sita Jamu Pelangsing dan Asam Urat Palsu Senilai Rp 2 Miliar
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
