Maju Pilpres, Sultan Usung Slogan' Apa Bisa Tahan?'
Selasa, 28/10/2008 20:29 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Yogyakarta
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan siap maju pilpres 2009. Dia pun mengusung slogan 'Apa Bisa Tahan?' Slogan yang dipasang di kanan kiri panggung budaya itu sebagai ungkapan Sultan yang merasa sudah tidak tahan dengan kondisi rakyat Indonesia setelah 10 tahun reformasi.
Dia menyatakan ingin berubah dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan perubahan.
Hal itu diungkapkan Sultan menjawab pertanyaan wartawan seusai acara Pisowanan Agung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Selasa (28/10/2008).
"Ingin ada perubahan. Saya tidak tahan dengan penderitaan masyarakat, rakyat tetap miskin dan menganggur. 10 Tahun reformasi tidak ada perubahan fundamental yang mengubah bangsa ini untuk maju, sejahtera dan pemerintah yang akuntabel," katanya.
Dia mengatakan selama negara dan bangsa seperti itu, bangsa Indonesia tidak akan kompetitif menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena harus mengubah strategi. "Saya tidak tahan saya ingin perubahan. Mari bersama-sama saya melakukan perubahan," kata Sultan didampingi GKR Hemas.
Menurut Sultan, hal itu tidak berarti bila masyarakat tidak ingin perubahan. Apa artinya
Hamengku Buwono yang punya kemampuan berubah dan diminta masyarakat untuk maju jadi presiden tapi rakyatnya tak ingin berubah.
"Bila rakyat akan berubah maka dia bisa menentukan saat masuk TPS. Saya tidak tahan dan saya ingin perubahan," kata Sultan yang saat akan mendeklarasikan itu telah melakukan perenungan dan meminta persetujuan istri dan anak-anaknya itu.
Sultan menegaskan dirinya hanya ingin mengabdi bukan untuk memperebutkan kekuasaan. Oleh karena itu, dirinya ingin mengubah cara pandangan sebagian masyarakat Yogyakarta yang tidak menginginkan dirinya maju pilpres 2009.
"Saya memang sultan tapi bukan wong agung zaman 100 tahun lalu. Saya memang sultan tapi Yogya sudah jadi bagian Republik. Itu berarti saya harus mendukung terjadinya demokratisasi. Saya seorang demokrat. Saya bersedia untuk maju, karena sebagai sultan saya harus berfungsi sebagai agent of change dan saya harus jadi role model yakni jadi keteladanan dan kompetensi," kata Gubernur DIY yang telah diperpanjang masa jabatannya itu.
Menurut dia, jabatan gubernur dan presiden itu tidak ada bedanya. Dirinya menjadi gubernur juga dikritisi masyarakat.
Presiden pun juga sama dapat dikritisi masyarakat. Oleh karena itu kenapa harus takut sultan harus dikritisi. Ini negara demokratis. Sultan ingin masyarakat Yogya punya kemauan berubah, Sultan bukan wong agung. Sultan warga bangsa yang tunduk kepada demokrasi dan kedaulatan itu di tangan rakyat.
"Acara pisowanan itu adalah contoh demokrasi lokal yang secara substansial dilakukan langsung masyarakat untuk bertanya pada saya. Tidak demokrasi prosedural, tapi substansial. Masyarakat bukan objek tapi subjek," pungkasnya.
(bgs/gah)
Dia menyatakan ingin berubah dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan perubahan.
Hal itu diungkapkan Sultan menjawab pertanyaan wartawan seusai acara Pisowanan Agung di Alun-alun Utara Yogyakarta, Selasa (28/10/2008).
"Ingin ada perubahan. Saya tidak tahan dengan penderitaan masyarakat, rakyat tetap miskin dan menganggur. 10 Tahun reformasi tidak ada perubahan fundamental yang mengubah bangsa ini untuk maju, sejahtera dan pemerintah yang akuntabel," katanya.
Dia mengatakan selama negara dan bangsa seperti itu, bangsa Indonesia tidak akan kompetitif menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena harus mengubah strategi. "Saya tidak tahan saya ingin perubahan. Mari bersama-sama saya melakukan perubahan," kata Sultan didampingi GKR Hemas.
Menurut Sultan, hal itu tidak berarti bila masyarakat tidak ingin perubahan. Apa artinya
Hamengku Buwono yang punya kemampuan berubah dan diminta masyarakat untuk maju jadi presiden tapi rakyatnya tak ingin berubah.
"Bila rakyat akan berubah maka dia bisa menentukan saat masuk TPS. Saya tidak tahan dan saya ingin perubahan," kata Sultan yang saat akan mendeklarasikan itu telah melakukan perenungan dan meminta persetujuan istri dan anak-anaknya itu.
Sultan menegaskan dirinya hanya ingin mengabdi bukan untuk memperebutkan kekuasaan. Oleh karena itu, dirinya ingin mengubah cara pandangan sebagian masyarakat Yogyakarta yang tidak menginginkan dirinya maju pilpres 2009.
"Saya memang sultan tapi bukan wong agung zaman 100 tahun lalu. Saya memang sultan tapi Yogya sudah jadi bagian Republik. Itu berarti saya harus mendukung terjadinya demokratisasi. Saya seorang demokrat. Saya bersedia untuk maju, karena sebagai sultan saya harus berfungsi sebagai agent of change dan saya harus jadi role model yakni jadi keteladanan dan kompetensi," kata Gubernur DIY yang telah diperpanjang masa jabatannya itu.
Menurut dia, jabatan gubernur dan presiden itu tidak ada bedanya. Dirinya menjadi gubernur juga dikritisi masyarakat.
Presiden pun juga sama dapat dikritisi masyarakat. Oleh karena itu kenapa harus takut sultan harus dikritisi. Ini negara demokratis. Sultan ingin masyarakat Yogya punya kemauan berubah, Sultan bukan wong agung. Sultan warga bangsa yang tunduk kepada demokrasi dan kedaulatan itu di tangan rakyat.
"Acara pisowanan itu adalah contoh demokrasi lokal yang secara substansial dilakukan langsung masyarakat untuk bertanya pada saya. Tidak demokrasi prosedural, tapi substansial. Masyarakat bukan objek tapi subjek," pungkasnya.
(bgs/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 06:05 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Telusuri Duit Hambalang di Kongres Bandung
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
