detikcom

Laporan dari Den Haag

PPI: Indonesia Negara Maritim, Prioritaskan Pendidikan Sesuai Kebutuhan

Eddi Santosa - detikNews
Senin, 27/10/2008 16:25 WIB
Konferensi PPI Sedunia (Foto: E.Santosa/Detikcom)
Den Haag Konferensi PPI Sedunia untuk pemuda pelajar di luar negeri berakhir kemarin, 26/10/2008. Dua rekomendasi berhasil dirampungkan saat itu juga, yakni tentang Pusat Informasi dan Tesis Nasional dan Pemberdayaan Beasiswa.

"Rekomendasi lima bidang lainnya masih akan disempurnakan panitia dan tim pokja dengan tenggat dia pekan," jelas Sekjen Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda Yohanes Widodo kepada detikcom. Selanjutnya rekomendasi akan diserahkan kepada pemerintah di Jakarta.

Dalam rekomendasi, PPI berpandangan bahwa Indonesia perlu memproyeksikan peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi dalam periode waktu 10-20 tahun mendatang.

Saat ini bidang studi atau prioritas bidang studi yang ditawarkan oleh pemberi beasiswa dari donor (luar negeri) seringkali tidak sesuai dengan bidang studi yang dibutuhkan oleh Indonesia.

Sejalan dengan kondisi Indonesia sebagai negara maritim, maka jumlah lulusan pendidikan tinggi harus disesuaikan dengan kebutuhan Indonesia dan rencana pembangunan pemerintah, baik jangka pendek maupun panjang.

Sehubungan dengan hal itu, PPI mengusulkan agar pemerintah memfokuskan pada bidang studi bidang maritim, bidang pangan/pertanian, bidang riset dan teknologi, bidang infrasturktur, dan bidang pengembangan civil society.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah agar melakukan pendistribusian beasiswa tidak hanya dilakukan oleh Diknas, tapi juga instansi atau lembaga terkait seperti Pemda dan Universitas.

Memprioritaskan sistem dan manajemen pengelolaan beasiswa, termasuk penyeleksian.
Peningkatan dan keberlanjutan beasiswa DIKTI. Transparansi dan akuntabilitas pada lembaga-lembaga pemerintahan dalam penyediaan informasi beasiswa.

Selain itu perlu organisasi atau lembaga yang merancang, mengelola, mengorganisir beasiswa dan menjadi pusat informasi beasiswa. Alokasi beasiswa (distribusi beasiwa) yang merata, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Menyiapkan dan membekali calon penerima beasiswa dalam penguasaan bahasa asing dan adaptasi dalam sistem pendidikan dan budaya negara setempat, seperti melakukan revitalisasi pelayananan pusat bahasa.

Kemudian memperluas kesempatan bagi kaum intelektual dalam mengaktualisasikan diri meliputi peluang kerja, jenjang karir, dan jaringan di Indonesia. (es/es)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel