Kasus Kecelakaan Garuda
Kopilot: Saat Mendarat Pesawat Berguncang, Kecepatan di Atas Normal
Senin, 27/10/2008 14:11 WIB
Terkait
Yogyakarta
Badan pesawat Garuda GA 200 berguncang setelah akhirnya mendarat dan terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Saat mendarat kecepatan pesawat tersebut juga melebihi batas.
Demikian kesaksian Kopilot Gagam Saman Rohmana dalam sidang kasus kecelakaan pesawat Garuda dengan terdakwa Marwoto di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Yogyakarta, Senin (27/10/2008).
"Sebelum mendarat ada guncangan. Dan setelah ada guncangan saya tidak merasakan apa-apa dan tidak sadar serta tidak bisa ngomong apa-apa," kata Gagam.
Gagam yang mengenakan kemeja putih itu juga mengaku sempat melihat alat pemantau kecepatan di kokpit sebelum pesawat landing. Saat itu kecepatan pesawat mencapai 240 knot pada ketinggian 2.500 kaki. Pilot Marwoto sempat menyuruhnya mengurangi kecepatan hingga 205 knot dan menghidupkan flip (sirip) pesawat untuk menambah daya angkat.
Begitu pula saat pendaratan, Gagam merasa kecepatan pesawat masih melampaui batas. Kecepatan pesawat saat itu sekitar 205 knot, padahal seharusnya kurang dari 160 knot. Sampai akhirnya kemudian pesawat berhenti setelah menabrak pagar pembatas dan persawahan di sisi timur Bandara Adi Sucipto.
Gagam menjelaskan, saat pesawat berhenti dia dan Pilot Marwoto terduduk di kursi masing-masing dengan posisi menggantung terbalik. Hal ini disebabkan besi tempat duduk mereka patah. Setelah melepaskan sabuk pengaman, keduanya kemudian terjatuh. Mereka kemudian berusaha membuka jendela namun tidak bisa.
"Saya sempat mencari kapak yang ada di kokpit bersama pilot. Saya juga sempat menolong pramugari Irawati yang berada di atas kami agar bisa turun," ungkap Gagam menjadi pilot Garuda sejak tahun 2004 itu.
Ketika berhasil keluar melalui salah satu lubang di pesawat asap sudah mengepul. Gagam bersama 4 penumpang lainnya, sempat membantu salah satu penumpang wanita yang terjepit.
"Saat itu saya juga mengajak Capt Marwoto untuk istigfar. Istighfar Capt. Itu reflek yang saya katakan," kata Gagam.
Selanjutnya, sejumlah anggota TNI AU datang memberikan bantuan. Gagam dan Pilot Marwoto disuruh pulang. Dia kemudian keluar area dan pergi ke RS dengan menggunakan taksi. Dalam perjalanan ke RS, dia langsung menghubungi kantor pusat di Garuda untuk memberitahukan mengenai kecelakaan tersebut.
(djo/bgs)
Demikian kesaksian Kopilot Gagam Saman Rohmana dalam sidang kasus kecelakaan pesawat Garuda dengan terdakwa Marwoto di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Yogyakarta, Senin (27/10/2008).
"Sebelum mendarat ada guncangan. Dan setelah ada guncangan saya tidak merasakan apa-apa dan tidak sadar serta tidak bisa ngomong apa-apa," kata Gagam.
Gagam yang mengenakan kemeja putih itu juga mengaku sempat melihat alat pemantau kecepatan di kokpit sebelum pesawat landing. Saat itu kecepatan pesawat mencapai 240 knot pada ketinggian 2.500 kaki. Pilot Marwoto sempat menyuruhnya mengurangi kecepatan hingga 205 knot dan menghidupkan flip (sirip) pesawat untuk menambah daya angkat.
Begitu pula saat pendaratan, Gagam merasa kecepatan pesawat masih melampaui batas. Kecepatan pesawat saat itu sekitar 205 knot, padahal seharusnya kurang dari 160 knot. Sampai akhirnya kemudian pesawat berhenti setelah menabrak pagar pembatas dan persawahan di sisi timur Bandara Adi Sucipto.
Gagam menjelaskan, saat pesawat berhenti dia dan Pilot Marwoto terduduk di kursi masing-masing dengan posisi menggantung terbalik. Hal ini disebabkan besi tempat duduk mereka patah. Setelah melepaskan sabuk pengaman, keduanya kemudian terjatuh. Mereka kemudian berusaha membuka jendela namun tidak bisa.
"Saya sempat mencari kapak yang ada di kokpit bersama pilot. Saya juga sempat menolong pramugari Irawati yang berada di atas kami agar bisa turun," ungkap Gagam menjadi pilot Garuda sejak tahun 2004 itu.
Ketika berhasil keluar melalui salah satu lubang di pesawat asap sudah mengepul. Gagam bersama 4 penumpang lainnya, sempat membantu salah satu penumpang wanita yang terjepit.
"Saat itu saya juga mengajak Capt Marwoto untuk istigfar. Istighfar Capt. Itu reflek yang saya katakan," kata Gagam.
Selanjutnya, sejumlah anggota TNI AU datang memberikan bantuan. Gagam dan Pilot Marwoto disuruh pulang. Dia kemudian keluar area dan pergi ke RS dengan menggunakan taksi. Dalam perjalanan ke RS, dia langsung menghubungi kantor pusat di Garuda untuk memberitahukan mengenai kecelakaan tersebut.
(djo/bgs)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:54 WIB
Pasca Bentrok Warga dengan PTPN 2 di Deli Serdang, 1 Rumah Dibakar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
