Jumat, 24/10/2008 11:32 WIB

Koleksi Mobil Syekh Puji Mulai BMW Hingga Mobil Sport

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Sepertinya Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji, kiai kaya di Semarang menyukai hobi otomotif. Sejumlah mobil mewah tampak 'bertengger' di pondok pesantrennya.

Pantauan detikcom, Jumat (24/10/2008) di salah satu bangunan yang mirip showroom, terdapat 6 mobil mewah seperti BMW dan mobil sport. Menurut salah satu orang di kompleks itu, mobil-mobil itu seperti benda koleksi yang jarang dipakai.

Sementara di bangunan lain, terdapat beberapa mobil yang juga mewah. Mobil-mobil itu rata-rata memiliki nomor polisi unik seperti H 1 CW, H1 MP, H 1 BK dan H 1 OP.

Sementara itu, area Ponpes Miftahul Jannah milik Pujiono juga sangat luas. Ada beberapa bangunan berbeda dalam kompleks tersebut.

Salah satu bangunan itu merupakan tempat tinggal Pujiono. Bangunan separo tembok dan kayu itu tidak tampak mewah. Barang-barang di dalamnya juga tidak terlihat sangat mewah.

Hanya terdapat banyak foto-foto Pujiono dalam berbagai kegiatan seperti saat bertemu Tien Soeharto dan Try Sutrisno.

Selain bangunan itu, ada bangunan untuk santri laki-laki dan perempuan secara terpisah. Dari pengamatan, santri yang menuntut ilmu di tempat itu cukup banyak.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ken/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%