Depkes: Satu dari Empat Warga Indonesia Kena Gangguan Jiwa
Selasa, 21/10/2008 12:33 WIB
Surabaya
Jumlah penderita gangguan jiwa di Indonesia belum bisa dipastikan. Namun, diperkirakan satu dari empat orang di Indonesia menderita gangguan jiwa.
"Dari empat orang, ada satu orang punya trauma seperti itu (gangguan jiwa)," ujar Dirjen Pelayanan Medik (Yanmedik) Departemen Kesehatan (Depkes) Dr Farid Husein dalam jumpa pers di Moonlight Room, Gedung Imperial Ballroom, Jl Villa Bukit Regency, Pakuan Indah, Surabaya, di sela-sela rapat kerja kesehatan nasional, Selasa (21/10/2008).
Semua orang, kata Farid, rentan mengalami gangguan jiwa atau stres. Tapi itu semua tergantung bagaimana ketahanan tubuh seseorang menghadapi masalah yang dia hadapi. Seorang politisi pun, lanjut dia bisa saja masuk ke alam gangguan jiwa.
"Saya seberapa stres bisa saya hadapi. Ada juga orang sedikit stres hanya karena tidak punya uang untuk bayar sesuatu dia gantung diri," ujarnya.
Faktor keluarga, menurut Farid, juga menjadi penentu untuk kesembuhan seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Keluarga harus benar-benar mencurahkan perhatian pada kerabatnya yang mengalami gangguan jiwa. "Yang memperhatikan adalah keluarga kalau ada yang mengalami gangguan jiwa," kata Farid.
Dia menambahkan, saat ini Depkes telah mengembangkan Desa Siaga untuk menanggulangi penyakit jiwa di masyarakat. Sebanyak 21 Desa Siaga telah dicanangkan. "Dananya diambil dari masing-masing daerah," jelasnya. (anw/nrl)
"Dari empat orang, ada satu orang punya trauma seperti itu (gangguan jiwa)," ujar Dirjen Pelayanan Medik (Yanmedik) Departemen Kesehatan (Depkes) Dr Farid Husein dalam jumpa pers di Moonlight Room, Gedung Imperial Ballroom, Jl Villa Bukit Regency, Pakuan Indah, Surabaya, di sela-sela rapat kerja kesehatan nasional, Selasa (21/10/2008).
Semua orang, kata Farid, rentan mengalami gangguan jiwa atau stres. Tapi itu semua tergantung bagaimana ketahanan tubuh seseorang menghadapi masalah yang dia hadapi. Seorang politisi pun, lanjut dia bisa saja masuk ke alam gangguan jiwa.
"Saya seberapa stres bisa saya hadapi. Ada juga orang sedikit stres hanya karena tidak punya uang untuk bayar sesuatu dia gantung diri," ujarnya.
Faktor keluarga, menurut Farid, juga menjadi penentu untuk kesembuhan seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Keluarga harus benar-benar mencurahkan perhatian pada kerabatnya yang mengalami gangguan jiwa. "Yang memperhatikan adalah keluarga kalau ada yang mengalami gangguan jiwa," kata Farid.
Dia menambahkan, saat ini Depkes telah mengembangkan Desa Siaga untuk menanggulangi penyakit jiwa di masyarakat. Sebanyak 21 Desa Siaga telah dicanangkan. "Dananya diambil dari masing-masing daerah," jelasnya. (anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:54 WIB
Pasca Bentrok Warga dengan PTPN 2 di Deli Serdang, 1 Rumah Dibakar
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
