Ahli Jiwa: Kemungkinan Besar Caleg yang Tak Lolos Bisa Gila
Selasa, 21/10/2008 09:57 WIB
Jakarta
Politisi Golkar John Keban mengakui akan banyak caleg Golkar yang stroke atau bunuh diri karena harus bekerja keras meraih kursi. Ahli jiwa tidak menampik bahwa risiko sakit jiwa mengancam para politisi yang bertarung di Pemilu 2009.
Prediksi mencengangkan ini diungkapkan oleh dokter ahli jiwa dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat. Menurut penelitiannya, kemungkinan besar para caleg yang tak lolos bisa gila karena frustasi.
"Kami telah melakukan tes di berbagai kota/kabupaten. Hasilnya, daya tahan mereka (caleg) nggak bagus. Besar sekali kemungkinan mereka bisa stres. Artinya, tidak heran kalau banyak di antara mereka yang gila," ujar Teddy kepada detikcom, Selasa (21/10/2008).
Fenomena banyaknya caleg yang stres ini, menurut Teddy, disebabkan karena berbagai hal. Di antaranya daya tahan mereka tidak kuat sehingga susah menerima kenyataan buruk bahwa mereka kalah dalam pemilu.
"Tapi ada juga yang tahan banting. Jadi mereka tetap saja nggak masalah meski kalah," papar Kepala Bagian Psikiatri RSHS Bandung ini.
Karena kalah dalam pemilu, menurut Teddy, para caleg bisa mengalami gangguan jiwa yang diawali dengan rasa cemas, susah tidur, gelisah, sedih, putus asa, merasa tak berguna, dan kemungkinan terburuk mereka bisa bunuh diri.
"Atau karena kalah mereka berkhayal menjadi seorang presiden, anggota DPR, malaikat dunia, inilah yang disebut gila," ujar Teddy sambil tertawa lebar.
Teddy menambahkan, sikap belum bisa menerima kekalahan ini ditunjukkan dengan menarik diri dari kehidupan sosial, seperti tidak mau bergaul dengan masyarakat. (anw/nrl)
Prediksi mencengangkan ini diungkapkan oleh dokter ahli jiwa dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Teddy Hidayat. Menurut penelitiannya, kemungkinan besar para caleg yang tak lolos bisa gila karena frustasi.
"Kami telah melakukan tes di berbagai kota/kabupaten. Hasilnya, daya tahan mereka (caleg) nggak bagus. Besar sekali kemungkinan mereka bisa stres. Artinya, tidak heran kalau banyak di antara mereka yang gila," ujar Teddy kepada detikcom, Selasa (21/10/2008).
Fenomena banyaknya caleg yang stres ini, menurut Teddy, disebabkan karena berbagai hal. Di antaranya daya tahan mereka tidak kuat sehingga susah menerima kenyataan buruk bahwa mereka kalah dalam pemilu.
"Tapi ada juga yang tahan banting. Jadi mereka tetap saja nggak masalah meski kalah," papar Kepala Bagian Psikiatri RSHS Bandung ini.
Karena kalah dalam pemilu, menurut Teddy, para caleg bisa mengalami gangguan jiwa yang diawali dengan rasa cemas, susah tidur, gelisah, sedih, putus asa, merasa tak berguna, dan kemungkinan terburuk mereka bisa bunuh diri.
"Atau karena kalah mereka berkhayal menjadi seorang presiden, anggota DPR, malaikat dunia, inilah yang disebut gila," ujar Teddy sambil tertawa lebar.
Teddy menambahkan, sikap belum bisa menerima kekalahan ini ditunjukkan dengan menarik diri dari kehidupan sosial, seperti tidak mau bergaul dengan masyarakat. (anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:16 WIB
Polri Sita Jamu Pelangsing dan Asam Urat Palsu Senilai Rp 2 Miliar
-
Selasa, 22/05/2012 14:03 WIB
Laporan dari Australia
Ini Kriteria Cawapres Ical: Populer!
-
Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB
Kemenag Surakarta: Tarik Buku Bergambar Nabi Muhammad dari Perpustakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:55 WIB
Sisir Ranjau Paku di Depan Istana, Abdul Rohim Kecelakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:54 WIB
Ketua Fraksi Hanura: Aduan Kasus Asusila Itu Fitnah!
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
