Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 18/10/2008 14:01 WIB

Longsor di Banjarnegara, 7 Rumah Hancur

sultan - detikNews
Banjarnegara - Tujuh rumah di Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Jawa Tengah rusak berat, sebagian di antaranya rata dengan tanah. Ketujuh rumah ini hancur karena tanahnya longsor akibat hujan lebat yang mengguyur seharian.

Longsor tanah yang menghancurkan tujuh rumah yang terletak di perbukitan ini terjadi pada Jumat (17/10/2008) malam pukul 20.00 WIB. Tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur sepanjang pagi hingga malam di kawasan tersebut.

Longsor tidak hanya merusak bangunan rumah, tapi juga membuat rusak sebuah jembatan yang menghubungkan Banjarnegara dan Pekalongan. Akibatnya, sejumlah kendaraan yang melintas di wilayah ini terjebak dan macet.

Menurut pengakuan seorang warga Pandanarum bernama Ambar kepada detikcom, Sabtu (18/10/2008), sebelum terjadi peristiwa tersebut sejumlah warga mendengar suara ledakan dan gemuruh. Mendengar tanda-tanda alam seperti itu, sejumlah warga berhamburan ke luar rumahnya.

"Karena itu tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, semua selamat," kata Ambar yang dihubungi via telepon ini.

Meski tidak ada korban jiwa, Ambar mengatakan, warga yang kehilangan rumahnya perlu mendapatkan bantuan berupa makanan, pakaian. "Hingga saat ini belum ada bantuan, kini mereka ditampung di sejumlah tetangga dan kerabatnya yang dekat," pungkasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(zal/iy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%