Wawancara Doorstop Pertama SBY
Kamis, 16/10/2008 17:38 WIB
(Foto: Setpres)
Jakarta
Selama empat tahun pemerintahan, tidak terhitung berapa kali Presiden SBY memberi penjelasan langsung pada wartawan. Tapi sore tadi dia bersedia melayani wawancara secara dadakan alias doorstop. Doorstop ini adalah untuk pertama kalinya bagi SBY.
Kejadian langka itu terjadi usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/10/2008). Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hasan Wirajuda, Menkeu Sri Mulyani, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang mengikuti rapat tidak bersedia memberi keterangan pada wartawan.
Ketiganya serempak meninggalkan Kantor Presiden dengan langkah cepat tanpa menghiraukan wartawan yang menunggu. Biasanya dalam situasi demikian, wartawan akan langsung mengejar nara sumber sasarannya masing-masing. Tapi tidak sore ini.
Hal itu dikarenakan hanya berjarak sepuluh meter di belakang tiga pejabat negara itu, Presiden SBY tampak keluar dari kantor menuju Istana Negara. Maka sesuai prosedur pengamanan, jalanan di depan presiden harus bersih dari siapa saja, termasuk wartawan yang bukan bagian dari rombongan presiden.
Melihat belasan wartawan terpaku di teras kantornya, SBY pun spontan menyapa.
"Sudah mendapat keterangan?" sapa presiden.
"Belum Pak," jawab para wartawan serempak.
"Lho? Kalau begitu sini-sini," panggil SBY dengan nada heran setelah sebelumnya menengok ke belakang mencari-cari juru bicaranya.
Tanggapan spontan SBY ini jelas saja membuat wartawan kaget. Tidak mau melepas kesempatan langka bisa lakukan wawancara doorstop dengan Kepala Negara, mereka bergegas berlari menghampiri SBY.
"Wah asyik. The real doorstop nih," ujar seorang juru kamera televisi swasta.
Layaknya wawancara doorstop, maka Presiden SBY pun langsung ditodong belasan 'moncong' tape recorder dan mike. Jarak antara wartawan dengan presiden hanya hitungan jengkal, bahkan kurang.
Melihat situasi demikian para anggota Paspampres yang mengawal SBY jadi kebingungan harus bertindak apa. Menurut prosedur pengamanan dan protokoler, wawancara doorstop tidak dimungkinkan karena sangat riskan dari sisi keamanan.
Dengan pertimbangan protokoler dan keamanan pula maka wawancara doorstop dengan SBY selama ini tidak sepenuhnya doorstop oleh wartawan. Tapi sebaliknya, wawancara langsung itu bisa terjadi atas permintaan dari Presiden SBY yang hendak menyampaikan sesuatu secara langsung dan tidak ada sesi tanya jawab.
Biasanya pihak Biro Pers Kepresidenan yang paling sibuk dengan 'doorstop' semacam itu. Mereka harus bermain akrobat menyiapkan peralatan pengeras suara dan memilihkan lokasi doorstop yang jauh dari kesan formal kenegaraan. Tak jarang mereka juga harus beradu argumentasi dengan tim protokoler hanya untuk menetapkan lokasi yang dianggap tepat itu.
(lh/sho)
Kejadian langka itu terjadi usai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/10/2008). Menko Polhukam Widodo AS, Menlu Hasan Wirajuda, Menkeu Sri Mulyani, dan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang mengikuti rapat tidak bersedia memberi keterangan pada wartawan.
Ketiganya serempak meninggalkan Kantor Presiden dengan langkah cepat tanpa menghiraukan wartawan yang menunggu. Biasanya dalam situasi demikian, wartawan akan langsung mengejar nara sumber sasarannya masing-masing. Tapi tidak sore ini.
Hal itu dikarenakan hanya berjarak sepuluh meter di belakang tiga pejabat negara itu, Presiden SBY tampak keluar dari kantor menuju Istana Negara. Maka sesuai prosedur pengamanan, jalanan di depan presiden harus bersih dari siapa saja, termasuk wartawan yang bukan bagian dari rombongan presiden.
Melihat belasan wartawan terpaku di teras kantornya, SBY pun spontan menyapa.
"Sudah mendapat keterangan?" sapa presiden.
"Belum Pak," jawab para wartawan serempak.
"Lho? Kalau begitu sini-sini," panggil SBY dengan nada heran setelah sebelumnya menengok ke belakang mencari-cari juru bicaranya.
Tanggapan spontan SBY ini jelas saja membuat wartawan kaget. Tidak mau melepas kesempatan langka bisa lakukan wawancara doorstop dengan Kepala Negara, mereka bergegas berlari menghampiri SBY.
"Wah asyik. The real doorstop nih," ujar seorang juru kamera televisi swasta.
Layaknya wawancara doorstop, maka Presiden SBY pun langsung ditodong belasan 'moncong' tape recorder dan mike. Jarak antara wartawan dengan presiden hanya hitungan jengkal, bahkan kurang.
Melihat situasi demikian para anggota Paspampres yang mengawal SBY jadi kebingungan harus bertindak apa. Menurut prosedur pengamanan dan protokoler, wawancara doorstop tidak dimungkinkan karena sangat riskan dari sisi keamanan.
Dengan pertimbangan protokoler dan keamanan pula maka wawancara doorstop dengan SBY selama ini tidak sepenuhnya doorstop oleh wartawan. Tapi sebaliknya, wawancara langsung itu bisa terjadi atas permintaan dari Presiden SBY yang hendak menyampaikan sesuatu secara langsung dan tidak ada sesi tanya jawab.
Biasanya pihak Biro Pers Kepresidenan yang paling sibuk dengan 'doorstop' semacam itu. Mereka harus bermain akrobat menyiapkan peralatan pengeras suara dan memilihkan lokasi doorstop yang jauh dari kesan formal kenegaraan. Tak jarang mereka juga harus beradu argumentasi dengan tim protokoler hanya untuk menetapkan lokasi yang dianggap tepat itu.
(lh/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Sabtu, 26/05/2012 23:45 WIB
Keluarga Pramugari Henny Korban Sukhoi Dapat Santunan Rp 25 Juta
-
Sabtu, 26/05/2012 23:16 WIB
Satu Orang Tewas Tertimpa Pohon Akibat Angin Kencang di Medan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 10:59 WIB
Ini Sketsa Wajah Pelaku Penembakan 2 Satpam IPB
-
282 Komentar
-
232 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
