Lobi RUU Pilpres Alot, JK Panggil Presiden PKS?
Rabu, 15/10/2008 23:57 WIB
Jakarta
Forum lobi tahap akhir RUU Pilpres yang digelar Panja DPR di Hotel Santika, Jakarta Barat, malam ini cukup alot. Di tengah alotnya forum lobi itu, kabar berhembus: Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla melakukan pertemuan dengan Presiden PKS Tifatul Sembiring.
Benarkah isu itu? Meski kemungkinan-kemungkinan pertemuan politik antara dua tokoh itu ada, namun hingga saat ini belum ada kepastian. Isu yang beredar, JK dan Tifatul ingin menyamakan persepsi mengenai angka persentase partai politik atau gabungan partai politik yang boleh mencalonkan presiden dan wakil presiden yang akan ditetapkan dalam RUU Pilpres.
Sekjen DPP PKS Anis Matta saat dihubungi detikcom mengaku tidak mengetahui adanya isu pertemuan JK dengan Tifatul. "Setahu saya tidak ada pertemuan. Tadi saya masih kontak, petang tadi Pak Tifatul masih mimpin rapat di DPP," ujar Anis Matta yang saat dihubungi pukul 22.00 WIB sedang berada di Makassar.
Sementara Tifatul Sembiring sulit dihubungi. Telepon genggamnya dalam kondisi tulalit. Sedangkan pemantauan detikcom di rumah JK di kawasan Menteng Jakarta Pusat, rumah nan asri itu terlihat sepi. Tak ada tanda-tanda JK menemui tokoh penting.
Sebagaimana diketahui, FPDIP dan Fraksi Partai Golkar (FPG) mematok persentase tinggi, hanya parpol atau gabungan parpol yang mendapat suara 30% yang bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden. Sementara FPKS mematok angka di bawahnya, 25%. Sementara parpol-parpol yang pada tahun 2004 lalu memperoleh suara lebih kecil, menawarkan angka persentase yang rendah.
Hingga pukul 23.00 WIB, Rabu (15/10/2008), belum ada kesepakatan mengenai persentase ini. Masing-masing fraksi masih tetap memegang angkanya masing-masing. Tentu, dengan maksud dan tujuan masing-masing. Parpol-parpol besar menginginkan persentase besar, agar calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung tidak terlalu banyak. Sedangkan parpol-parpol kecil, ingin mendapat porsi yang sama untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden.
Saat disinggung mengenai angka persentase sebagai syarat pencalonan presiden, Anis Matta menegaskan fraksi PKS akan mencari jalan tengah. "Mungkin kami akan menurunkan hingga angka 20%. Dengan angka itu, kita asumsikan ada tiga pasang calon presiden dan wakil presiden," jelas Anis. (asy/asy)
Benarkah isu itu? Meski kemungkinan-kemungkinan pertemuan politik antara dua tokoh itu ada, namun hingga saat ini belum ada kepastian. Isu yang beredar, JK dan Tifatul ingin menyamakan persepsi mengenai angka persentase partai politik atau gabungan partai politik yang boleh mencalonkan presiden dan wakil presiden yang akan ditetapkan dalam RUU Pilpres.
Sekjen DPP PKS Anis Matta saat dihubungi detikcom mengaku tidak mengetahui adanya isu pertemuan JK dengan Tifatul. "Setahu saya tidak ada pertemuan. Tadi saya masih kontak, petang tadi Pak Tifatul masih mimpin rapat di DPP," ujar Anis Matta yang saat dihubungi pukul 22.00 WIB sedang berada di Makassar.
Sementara Tifatul Sembiring sulit dihubungi. Telepon genggamnya dalam kondisi tulalit. Sedangkan pemantauan detikcom di rumah JK di kawasan Menteng Jakarta Pusat, rumah nan asri itu terlihat sepi. Tak ada tanda-tanda JK menemui tokoh penting.
Sebagaimana diketahui, FPDIP dan Fraksi Partai Golkar (FPG) mematok persentase tinggi, hanya parpol atau gabungan parpol yang mendapat suara 30% yang bisa mencalonkan presiden dan wakil presiden. Sementara FPKS mematok angka di bawahnya, 25%. Sementara parpol-parpol yang pada tahun 2004 lalu memperoleh suara lebih kecil, menawarkan angka persentase yang rendah.
Hingga pukul 23.00 WIB, Rabu (15/10/2008), belum ada kesepakatan mengenai persentase ini. Masing-masing fraksi masih tetap memegang angkanya masing-masing. Tentu, dengan maksud dan tujuan masing-masing. Parpol-parpol besar menginginkan persentase besar, agar calon presiden dan wakil presiden yang akan bertarung tidak terlalu banyak. Sedangkan parpol-parpol kecil, ingin mendapat porsi yang sama untuk mengajukan calon presiden dan wakil presiden.
Saat disinggung mengenai angka persentase sebagai syarat pencalonan presiden, Anis Matta menegaskan fraksi PKS akan mencari jalan tengah. "Mungkin kami akan menurunkan hingga angka 20%. Dengan angka itu, kita asumsikan ada tiga pasang calon presiden dan wakil presiden," jelas Anis. (asy/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB
Kemenag Surakarta: Tarik Buku Bergambar Nabi Muhammad dari Perpustakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:55 WIB
Sisir Ranjau Paku di Depan Istana, Abdul Rohim Kecelakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:54 WIB
Ketua Fraksi Hanura: Aduan Kasus Asusila Itu Fitnah!
-
Selasa, 22/05/2012 13:33 WIB
Anggota Fraksi Hanura Tak Tahu Soal Dugaan Asusila Ketua Fraksinya
-
Selasa, 22/05/2012 13:29 WIB
Isu Ani Jadi Capres PD, Marzuki: Masih Terlalu Jauh Bicara Capres
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
442 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,087.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
