Utusan Garis Keras Dikirim, Lobi RUU Pilpres Terancam Gagal
Rabu, 15/10/2008 20:55 WIB
Jakarta
Sejumlah anggota Dewan dan perwakilan pemerintah sudah tiba di Hotel Santika, Jakarta guna melakukan lobi terakhir RUU Pilpres. Sebagian pimpinan fraksi optimis lobi akan berjalan lancar. Namun nada pesimis karena hadirnya kelompok garis keras juga menyeruak.
Dari pihak pemerintah, datang sebagai wakil adalah Mendagri, Mensesneg, dan Menkum HAM. Seluruh pimpinan fraksi serta sejumlah anggota DPP partai juga turut hadir. Golkar diwakili oleh Hardi Soesilo, sedangkan PDIP diwakili Sutradara Ginting.
"Kalau melihat tokoh-tokoh yang hadir, ini kelompok garis keras semua. Kalau mengacu pada pembahasaan RUU Pemilu yang lalu, sepertinya lobi malam ini akan sulit mencapai titik temu karena orang yang dikirim tergolong garis keras yang bertahan dengan usulannya," kata utusan FPKS, Agus Purnomo, di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Menurut Agus, Hardi Soesilo dan Sutradara Ginting sulit berkompromi dengan partai lain terkait angka syarat dukungan parpol untuk bisa mengajukan capres. Golkar masih kekeuh dengan angka 30 persen, sedangkan PDIP 25 persen. Padahal 8 fraksi yang lain dan pemerintah sudah bisa berkompromi pada angka 20 persen.
Pandangan berbeda diberikan Effendi Choirie yang mewakili FPKB. Pria yang akrab disapa Gus Choi ini optimis lobi akan menghasilkan kesepakatan. Syaratnya, masing-masing pihak harus bersedia melakukan kompromi.
"Kita optimis akan terjadi kesepakatan jika masing-masing pihak dapat menggeser usulannya semula kepada angka yang dapat diterima secara bersama-sama," ujarnya. (mok/sho)
Dari pihak pemerintah, datang sebagai wakil adalah Mendagri, Mensesneg, dan Menkum HAM. Seluruh pimpinan fraksi serta sejumlah anggota DPP partai juga turut hadir. Golkar diwakili oleh Hardi Soesilo, sedangkan PDIP diwakili Sutradara Ginting.
"Kalau melihat tokoh-tokoh yang hadir, ini kelompok garis keras semua. Kalau mengacu pada pembahasaan RUU Pemilu yang lalu, sepertinya lobi malam ini akan sulit mencapai titik temu karena orang yang dikirim tergolong garis keras yang bertahan dengan usulannya," kata utusan FPKS, Agus Purnomo, di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Menurut Agus, Hardi Soesilo dan Sutradara Ginting sulit berkompromi dengan partai lain terkait angka syarat dukungan parpol untuk bisa mengajukan capres. Golkar masih kekeuh dengan angka 30 persen, sedangkan PDIP 25 persen. Padahal 8 fraksi yang lain dan pemerintah sudah bisa berkompromi pada angka 20 persen.
Pandangan berbeda diberikan Effendi Choirie yang mewakili FPKB. Pria yang akrab disapa Gus Choi ini optimis lobi akan menghasilkan kesepakatan. Syaratnya, masing-masing pihak harus bersedia melakukan kompromi.
"Kita optimis akan terjadi kesepakatan jika masing-masing pihak dapat menggeser usulannya semula kepada angka yang dapat diterima secara bersama-sama," ujarnya. (mok/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB
Kemenag Surakarta: Tarik Buku Bergambar Nabi Muhammad dari Perpustakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:55 WIB
Sisir Ranjau Paku di Depan Istana, Abdul Rohim Kecelakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:54 WIB
Ketua Fraksi Hanura: Aduan Kasus Asusila Itu Fitnah!
-
Selasa, 22/05/2012 13:33 WIB
Anggota Fraksi Hanura Tak Tahu Soal Dugaan Asusila Ketua Fraksinya
-
Selasa, 22/05/2012 13:29 WIB
Isu Ani Jadi Capres PD, Marzuki: Masih Terlalu Jauh Bicara Capres
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
447 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
