Tanggapi Positif Pinangan SBY
Yuddy: Elit Golkar Rendahkan Partai
Rabu, 15/10/2008 10:56 WIB
Jakarta
Sebagian kalangan elit Partai Golkar merespons positif pernyataan Presiden SBY yang sangat mungkin menggandeng Jusuf Kalla sebagai cawapresnya dalam Pilpres 2009. Hal itu pun dinilai sebagai sikap yang merendahkan Partai Golkar.
"Hal itu merendahkan partai sebesar Golkar. Partai kecil seperti PBB saja mencalonkan Yusril sebagai presiden, Hanura dan Gerindra sebagai partai baru aja berani mencapreskan Wiranto dan Prabowo. Masa Golkar targetnya cuma nomor dua," kata kader muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).
Menurut Yuddy, sebaiknya Golkar tidak menerima begitu saja isyarat pinangan SBY tersebut. Sebaliknya, Golkar harus berusaha semaksimal mungkin untuk merebut kursi presiden.
"Sebaiknya Golkar mempersiapkan dirinya sendiri untuk merebut posisi presiden pada Pilpres 2009 untuk menunjukkan kebesaran organisasi politik yang tidak kekurangan kompetensi kadernya. Dengan hal itu, elit Golkar tidak perlu mem-fait accompli Presiden SBY memilih JK sebagai wapresnya," usul anggota Komisi I DPR ini.
Yuddy menambahkan, seharusnya Golkar menanggapi secara bijaksana isyarat pinangan SBY terhadap ketua umumnya itu. Golkar tidak boleh tergantung dengan Demokrat yang mengusung SBY sebagai capres.
"Pernyataan pimpinan Demokrat adalah sinyal yang harus ditangkap jajaran PG secara sensitif dan bijaksana tentang apa sebenarnya yang diinginkan SBY. Sehingga tidak boleh bergantung," tandas Yuddy.
(lrn/iy)
"Hal itu merendahkan partai sebesar Golkar. Partai kecil seperti PBB saja mencalonkan Yusril sebagai presiden, Hanura dan Gerindra sebagai partai baru aja berani mencapreskan Wiranto dan Prabowo. Masa Golkar targetnya cuma nomor dua," kata kader muda Partai Golkar Yuddy Chrisnandi kepada detikcom, Rabu (15/10/2008).
Menurut Yuddy, sebaiknya Golkar tidak menerima begitu saja isyarat pinangan SBY tersebut. Sebaliknya, Golkar harus berusaha semaksimal mungkin untuk merebut kursi presiden.
"Sebaiknya Golkar mempersiapkan dirinya sendiri untuk merebut posisi presiden pada Pilpres 2009 untuk menunjukkan kebesaran organisasi politik yang tidak kekurangan kompetensi kadernya. Dengan hal itu, elit Golkar tidak perlu mem-fait accompli Presiden SBY memilih JK sebagai wapresnya," usul anggota Komisi I DPR ini.
Yuddy menambahkan, seharusnya Golkar menanggapi secara bijaksana isyarat pinangan SBY terhadap ketua umumnya itu. Golkar tidak boleh tergantung dengan Demokrat yang mengusung SBY sebagai capres.
"Pernyataan pimpinan Demokrat adalah sinyal yang harus ditangkap jajaran PG secara sensitif dan bijaksana tentang apa sebenarnya yang diinginkan SBY. Sehingga tidak boleh bergantung," tandas Yuddy.
(lrn/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB
Kemenag Surakarta: Tarik Buku Bergambar Nabi Muhammad dari Perpustakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:55 WIB
Sisir Ranjau Paku di Depan Istana, Abdul Rohim Kecelakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:54 WIB
Ketua Fraksi Hanura: Aduan Kasus Asusila Itu Fitnah!
-
Selasa, 22/05/2012 13:33 WIB
Anggota Fraksi Hanura Tak Tahu Soal Dugaan Asusila Ketua Fraksinya
-
Selasa, 22/05/2012 13:29 WIB
Isu Ani Jadi Capres PD, Marzuki: Masih Terlalu Jauh Bicara Capres
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
447 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
