detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 08:04 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 13/10/2008 15:25 WIB

Obral Kuota Haji Plus, Depag Dinilai Amatiran

Shohib Masykur - detikNews
Jakarta - Departemen Agama (Depag) menunda penutupan pelunasan calon haji plus. Hal ini menunjukkan kinerja Depag tidak profesional dan amatiran. Depag pun diminta untuk segera menutup pelunasan calon haji plus dan fokus pada persiapan pemberangkatan jamaah.

"Adanya penundaan penutupan pelunasan (haji) itu menunjukkan cara kerja Depag yang tidak profesional dan amatiran. Mereka bekerja seperti air mengalir. Bukan dengan manajemen yang terjadwal dengan baik. Saya tidak yakin apakah hari ini merupakan yang terakhir (penutupan)," kata anggota Komisi VIII DPR DH Al Yusni dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (13/10/2008).

Menurut politisi PKS ini, ketimbang mengurusi sisa kuota kursi yang berjumlah 1.130, sebaiknya Depag lebih memprioritaskan pemberangkatan jamaah haji yang tinggal beberapa pekan lagi.

"Saat ini prioritaskan saja mana yang lebih penting dilakukan. Jangan sampai ngurusi orang yang ribuan sementara yang ratusan ribu terbengkalai,"pintanya.

Lebih lanjut Al Yusni mengatakan, ke depan sebaiknya Depag bisa membuat perencanaan lebih matang untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terduga.

"Seharusnya mereka punya plan B jika plan A tidak jalan. Akibatnya hari ini kita bisa lihat bagaimana mereka obral kursi (kuota). Ini kan seperti di pasar tradisional," keluh Al Yusni.

Kuota haji adalah 16.000 kursi. Namun seribuan lebih kursi masih kosong karena pembayarannya belum terlunasi.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(sho/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%