Suu Kyi Mohon Junta Myanmar Bebaskan Dirinya
Sabtu, 11/10/2008 13:31 WIB
BBC
Yangon
Entah sampai kapan pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi akan terus ditahan. Wanita itu telah memohon junta militer Myanmar untuk membebaskan dirinya.
Permohonan pembebasan itu dikirimkan oleh partai oposisi pimpinan Suu Kyi, National League for Democracy (NLD) kepada para pemimpin militer Myanmar di ibukota administratif Naypyidaw.
Demikian disampaikan juru bicara NLD, Nyan Win kepada kantor berita AFP, Sabtu (11/10/2008).
Suu Kyi saat ini masih dikenai tahanan rumah di kediamannya yang terletak di tepi danau di Yangon.
"Salah seorang pengacaranya, U Hla Myo Myint mengirimkan permohonan dia (Suu Kyi) ke kabinet di Naypyidaw pada Kamis lalu. Mereka menerimanya dan menandatangani tanda terima surat," kata Win.
Namun dikatakannya, masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana situasi akan berkembang.
Dalam kurun waktu 19 tahun terakhir, Suu Kyi menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menjalani tahanan rumah yang ditetapkan junta.
Peraih Nobel Perdamaian itu jarang bertemu dengan orang lain, kecuali pengacaranya dan dokter. Pada Agustus lalu, pemimpin berusia 63 tahun itu menolak kunjungan perwakilan PBB, Ibrahim Gambari. Penolakan ini sebagai protes atas minimnya kemajuan yang dihasilkan Gambari dalam misi reformasinya di Myanmar.
Partai NLD pimpinan Suu Kyi sebenarnya meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan umum 1990 silam. Namun junta militer Myanmar tak pernah mengakui kemenangan itu, bahkan kemudian memenjarakan Suu Kyi. (ita/ita)
Permohonan pembebasan itu dikirimkan oleh partai oposisi pimpinan Suu Kyi, National League for Democracy (NLD) kepada para pemimpin militer Myanmar di ibukota administratif Naypyidaw.
Demikian disampaikan juru bicara NLD, Nyan Win kepada kantor berita AFP, Sabtu (11/10/2008).
Suu Kyi saat ini masih dikenai tahanan rumah di kediamannya yang terletak di tepi danau di Yangon.
"Salah seorang pengacaranya, U Hla Myo Myint mengirimkan permohonan dia (Suu Kyi) ke kabinet di Naypyidaw pada Kamis lalu. Mereka menerimanya dan menandatangani tanda terima surat," kata Win.
Namun dikatakannya, masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana situasi akan berkembang.
Dalam kurun waktu 19 tahun terakhir, Suu Kyi menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan menjalani tahanan rumah yang ditetapkan junta.
Peraih Nobel Perdamaian itu jarang bertemu dengan orang lain, kecuali pengacaranya dan dokter. Pada Agustus lalu, pemimpin berusia 63 tahun itu menolak kunjungan perwakilan PBB, Ibrahim Gambari. Penolakan ini sebagai protes atas minimnya kemajuan yang dihasilkan Gambari dalam misi reformasinya di Myanmar.
Partai NLD pimpinan Suu Kyi sebenarnya meraih kemenangan mutlak dalam pemilihan umum 1990 silam. Namun junta militer Myanmar tak pernah mengakui kemenangan itu, bahkan kemudian memenjarakan Suu Kyi. (ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 14:01 WIB
Kemenag Surakarta: Tarik Buku Bergambar Nabi Muhammad dari Perpustakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:55 WIB
Sisir Ranjau Paku di Depan Istana, Abdul Rohim Kecelakaan
-
Selasa, 22/05/2012 13:54 WIB
Ketua Fraksi Hanura: Aduan Kasus Asusila Itu Fitnah!
-
Selasa, 22/05/2012 13:33 WIB
Anggota Fraksi Hanura Tak Tahu Soal Dugaan Asusila Ketua Fraksinya
-
Selasa, 22/05/2012 13:29 WIB
Isu Ani Jadi Capres PD, Marzuki: Masih Terlalu Jauh Bicara Capres
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 13:20 WIB
Ayah Pramugari Korban Sukhoi Bayangkan Jasad Anaknya Utuh
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
672 Komentar
-
447 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
