Wajah-wajah Anyar Penghias Jakarta, Pengikut Jejak Tukul
Senin, 06/10/2008 11:31 WIB
Ilustrasi (Dok. detikcom)
Jakarta
Meski kecenderungannya menurun, selalu ada saja wajah-wajah baru yang akan menghiasi Jakarta di tiap arus balik lebaran. Air mukanya yang khas, sedikit celingukan dan terlihat asing menjadikan pendatang baru tersebut terlihat mencolok di kerumunan penumpang. Selebihnya adalah harapan sukses yang tergurat dari wajah generasi-generasi baru itu.
Pardi, misalnya. Lelaki berusia 24 tahun tersebut turun dari bus Sumber Alam yang memindahkan dirinya dari Wonosobo. Dia mengaku baru kali ini menginjak Jakarta dan akan mengadu nasib di belantara kota.
"Sementara waktu saya ditampung saudara, membantu usaha printing (percetakan). Sambil nyari pekerjaan yang lain," kata Pardi yang "ditenteng" oleh Idrus, saudara sekampung di Wonosobo.
Berbeda dengan Pardi, Uswatun (22), tertarik dengan Jakarta karena di desanya di daerah Pekalongan, waktu yang dimilikinya diisi dengan menganggur. Tidak ada pekerjaan yang menghasilkan uang mencukupi. Meski di Jakarta pun dia menyadari tidak akan memperoleh pekerjaan dengan gaji tinggi mengingat dirinya hanya lulusan SMA.
"Tapi paling tidak ada kegiatan. Di desa bosen nggak ada kegiatan. Mau jadi TKI, belum ada duit untuk jalur resmi," ucap Uswatun saat turun di Terminal Pulogadung, Senin (6/10/2008)..
Sementara waktu, Uswatun akan bekerja di Kawasan Industri KBN Cakung, Jakarta Utara. Dia akan bekerja di pabrik garmen yang ia ketahui dari rekan sedesanya.
"Siapa tahu bisa sukses seperti Tukul. Awalnya kan kayak gini ini," pungkas Uswatun terinspirasi jejak sukses Tukul Arwana, komedian beken itu. (Ari/nrl)
Pardi, misalnya. Lelaki berusia 24 tahun tersebut turun dari bus Sumber Alam yang memindahkan dirinya dari Wonosobo. Dia mengaku baru kali ini menginjak Jakarta dan akan mengadu nasib di belantara kota.
"Sementara waktu saya ditampung saudara, membantu usaha printing (percetakan). Sambil nyari pekerjaan yang lain," kata Pardi yang "ditenteng" oleh Idrus, saudara sekampung di Wonosobo.
Berbeda dengan Pardi, Uswatun (22), tertarik dengan Jakarta karena di desanya di daerah Pekalongan, waktu yang dimilikinya diisi dengan menganggur. Tidak ada pekerjaan yang menghasilkan uang mencukupi. Meski di Jakarta pun dia menyadari tidak akan memperoleh pekerjaan dengan gaji tinggi mengingat dirinya hanya lulusan SMA.
"Tapi paling tidak ada kegiatan. Di desa bosen nggak ada kegiatan. Mau jadi TKI, belum ada duit untuk jalur resmi," ucap Uswatun saat turun di Terminal Pulogadung, Senin (6/10/2008)..
Sementara waktu, Uswatun akan bekerja di Kawasan Industri KBN Cakung, Jakarta Utara. Dia akan bekerja di pabrik garmen yang ia ketahui dari rekan sedesanya.
"Siapa tahu bisa sukses seperti Tukul. Awalnya kan kayak gini ini," pungkas Uswatun terinspirasi jejak sukses Tukul Arwana, komedian beken itu. (Ari/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 16:21 WIB
Keluarga Korban Sukhoi Belum Dikontak Soal Asuransi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
279 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
217 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
