Bila 1 Syawal Beda, Pemerintah Harus Fasilitasi Ruang Publik
Senin, 29/09/2008 13:08 WIB
Yogyakarta
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1429 H jatuh pada tanggal 1 Oktober 2008. Apabila terjadi perbedaan dalam menentukan 1 Syawal, pemerintah hendaknya tetap memberikan ruang publik kepada yang berbeda.
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr H. Haedar Nashir kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro 23 Yogyakarta, Senin (29/9/2008).
"Kami harapkan dalam saat sidang isbat nanti malam antara pemerintah dengan yang lain tidak ada perbedaan dalam menentukan 1 Syawal 1429 H. Ada kecenderungan 1 Syawal tahun ini akan dilaksanakan secara bersamaan," kata
Haedar.
Namun kalaupun akan terjadi perbedaan kata dia, hendaknya tetap mengutamakan
sikap tasammuh, yakni saling menghormati adanya perbedaan tersebut. Pemerintah juga harus memfasilitasi ruang publik jika ada yang berbeda.
"Kami berharap perbedaan tidak menimbulkan masalah serius karena beberapa waktu lalu kita juga pernah berbeda dalam menentukannya. Kami yakin kayaknya akan sama sekarang ini," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman
Fathurohman menambahkan dalam menentukan bulan Ramadhan dan Syawal, Muhammadiyah menggunakan metode Hisab hakiki wujudul hilal. Ada tiga kriteria untuk menentukannya. Pertama, telah terjadi konjungsi (itjtimak) Bulan dan Matahari. Kedua, konjungsi (itjtimak) terjadi sebelum terbenam matahari. Ketiga, pada saat terbenam matahari, bulan belum terbenam (tepi piringan atas bulan di atas ufuk).
"Penggunaan kriteria itu secara kumultaif, ketiganya harus terpenuhi. Apabilasalah satunya saja tidak terpenuhi maka bulan baru komariah belum mulai," kata Oman.
Menurut dia, bulan baru Qomariah sebagaimana halnya tanggal atau hari, dimulai pada saat terbenam matahari bukan tengah malam pukul 00.00 WIB. Menjelang tanggal 1 Syawal 1429 H, konjungsi bulan dan matahari terjadi pada hari Senin 29 Ramadan 1429 (29 September 2008) pukul 15.14 WIB. Sementara itu terbenam matahari di Yogyakarta pada hari itu pukul 17.36 WIB dan terbenam bulan pukul 17.32 WIB. Bulan terbenam lebih dulu dari terbenamnya matahari. Tinggi bulan saat terbenam matahari -0 derajat, 51 menit, 57 detik di bawah ufuk.
Dengan data itu kata Oman, dua kriteria telah terpenuhi, tapi kriteria ketiga tidak terpenuhi. Saat terbenam matahari Senin 29 ramadan 1429 H (29 September 2008) belum masuk bulan baru 1 Syawal 1429 H. Malam itu dan esok harinya 30 September masih termasuk bulan ramadan 1429 H hari ke 30.
"1 Syawal dimulai saat terbenam matahari Selasa 30 September 2008. Salah Idul Fitri 1 Sayawal jatuh hari Rabu 1 Oktober," pungkas Oman. (bgs/anw)
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr H. Haedar Nashir kepada wartawan di kantor PP Muhammadiyah Jl Cik Ditiro 23 Yogyakarta, Senin (29/9/2008).
"Kami harapkan dalam saat sidang isbat nanti malam antara pemerintah dengan yang lain tidak ada perbedaan dalam menentukan 1 Syawal 1429 H. Ada kecenderungan 1 Syawal tahun ini akan dilaksanakan secara bersamaan," kata
Haedar.
Namun kalaupun akan terjadi perbedaan kata dia, hendaknya tetap mengutamakan
sikap tasammuh, yakni saling menghormati adanya perbedaan tersebut. Pemerintah juga harus memfasilitasi ruang publik jika ada yang berbeda.
"Kami berharap perbedaan tidak menimbulkan masalah serius karena beberapa waktu lalu kita juga pernah berbeda dalam menentukannya. Kami yakin kayaknya akan sama sekarang ini," katanya.
Sementara itu Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman
Fathurohman menambahkan dalam menentukan bulan Ramadhan dan Syawal, Muhammadiyah menggunakan metode Hisab hakiki wujudul hilal. Ada tiga kriteria untuk menentukannya. Pertama, telah terjadi konjungsi (itjtimak) Bulan dan Matahari. Kedua, konjungsi (itjtimak) terjadi sebelum terbenam matahari. Ketiga, pada saat terbenam matahari, bulan belum terbenam (tepi piringan atas bulan di atas ufuk).
"Penggunaan kriteria itu secara kumultaif, ketiganya harus terpenuhi. Apabilasalah satunya saja tidak terpenuhi maka bulan baru komariah belum mulai," kata Oman.
Menurut dia, bulan baru Qomariah sebagaimana halnya tanggal atau hari, dimulai pada saat terbenam matahari bukan tengah malam pukul 00.00 WIB. Menjelang tanggal 1 Syawal 1429 H, konjungsi bulan dan matahari terjadi pada hari Senin 29 Ramadan 1429 (29 September 2008) pukul 15.14 WIB. Sementara itu terbenam matahari di Yogyakarta pada hari itu pukul 17.36 WIB dan terbenam bulan pukul 17.32 WIB. Bulan terbenam lebih dulu dari terbenamnya matahari. Tinggi bulan saat terbenam matahari -0 derajat, 51 menit, 57 detik di bawah ufuk.
Dengan data itu kata Oman, dua kriteria telah terpenuhi, tapi kriteria ketiga tidak terpenuhi. Saat terbenam matahari Senin 29 ramadan 1429 H (29 September 2008) belum masuk bulan baru 1 Syawal 1429 H. Malam itu dan esok harinya 30 September masih termasuk bulan ramadan 1429 H hari ke 30.
"1 Syawal dimulai saat terbenam matahari Selasa 30 September 2008. Salah Idul Fitri 1 Sayawal jatuh hari Rabu 1 Oktober," pungkas Oman. (bgs/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 16:21 WIB
Keluarga Korban Sukhoi Belum Dikontak Soal Asuransi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
279 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
217 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
