Laporan dari Austria
Vienna Islamic Center, Berdiri Tegak di Tengah Sekularitas
Sabtu, 27/09/2008 15:15 WIB
(Foto: Hanum Salsabiela/detikcom)
Wina
Dengan tinggi menara minaret nya hanya 30 meter, dan kubah berdiameter 20 meter, bisa saja masjid Islamic Center di Wina tak semegah dan seistimewa masjid-masjid rupawan di tanah air. Namun, masjid inilah yang telah lebih dari 30 tahun menjadi pusat studi, kajian, serta perkembangan Islam di Austria.
Didonasi oleh kerajaan Saudi Arabia dan 8 negara Islam saat itu, Vienna Islamic Center dibangun dari tahun 1975 hingga 1979 setelah areanya dibeli pada 1968. Setiap Ramadan, masjid ini kembali menjadi kiblat bagi sebagian muslim di Wina, terutama warga tanah air yang bermukim di sana.
Meski menjadi salah satu masjid terbesar di Austria, jangan bayangkan bahwa aura Ramadan segegap gempita di Indonesia. Namun, untuk ukuran sebuah masjid yang mengakomodir 8 persen warga muslim di Austria atau sekitar 430 ribu orang, Islamic center cukup memberi warna pada bulan Ramadan. Setidaknya, menyediakan hidangan sederhana buka puasa bagi para jamaah masjid, selain tentu saja penyelenggaraan salat tarawih berjamaah. Sementara setiap salat Jumat, Islamic center seakan menjadi assimilasi ribuan muslim dari berbagai etnis dan budaya dari seluruh penjuru Austria.
Masjid ini sendiri telah menjadi referensi bagi muallaf ketika ingin mendapatkan pemahaman Islam. Dr. Muhammad, salah satu direktur masjid membenarkan bahwa rata-rata 2 hingga 3 orang warga asli Austria setiap bulannya berkunjung ke masjid untuk mendapat pencerahan mengenai Islam. "Mereka datang ke sini karena ingin memeluk Islam," papar Muhammad dengan penuh rasa bersyukur.
Sebagai pusat khasanah Islam di negara Eropa, Islamic center cukup menunjukkan dedikasinya dalam menjembatani komunikasi umatnya, terutama dalam bidang pendidikan. Setiap akhir pekan, di Islamic center ada semacam kegiatan pengajian dan les bahasa Arab, Inggris dan Jerman. Dan, semuanya itu cuma-cuma alias tak dipungut biaya.
Islamic center, bisa jadi salah satu contoh nyata tetap kokohnya nilai Islam di tengah gebrakan arus sekularisme yang melanda negara-negara Eropa. Betapa tidak, lokasinya yang berada di tepi sungai Donau, membuat Islamic center persis bersebelahan dengan pusat 'Summer bathing'.
Tiap musim panas tiba, tepian sungai Donau dibanjiri warga yang ingin berjemur, bercengkrama dan berenang bebas. Tak hanya itu, daerah Donau, merupakan salah satu tempat favorit festival musik dan aneka hiburan yang berbau hedonisme digelar setiap tahunnya.
Kendati demikian, semua itu tak pernah meruntuhkan suara Adzan yang bergema 5 kali dalam sehari dari menara masjid Vienna Islamic Center, untuk mengundang umat Islam menunaikan ibadah salat wajib. (sal/asy)
Didonasi oleh kerajaan Saudi Arabia dan 8 negara Islam saat itu, Vienna Islamic Center dibangun dari tahun 1975 hingga 1979 setelah areanya dibeli pada 1968. Setiap Ramadan, masjid ini kembali menjadi kiblat bagi sebagian muslim di Wina, terutama warga tanah air yang bermukim di sana.
Meski menjadi salah satu masjid terbesar di Austria, jangan bayangkan bahwa aura Ramadan segegap gempita di Indonesia. Namun, untuk ukuran sebuah masjid yang mengakomodir 8 persen warga muslim di Austria atau sekitar 430 ribu orang, Islamic center cukup memberi warna pada bulan Ramadan. Setidaknya, menyediakan hidangan sederhana buka puasa bagi para jamaah masjid, selain tentu saja penyelenggaraan salat tarawih berjamaah. Sementara setiap salat Jumat, Islamic center seakan menjadi assimilasi ribuan muslim dari berbagai etnis dan budaya dari seluruh penjuru Austria.
Masjid ini sendiri telah menjadi referensi bagi muallaf ketika ingin mendapatkan pemahaman Islam. Dr. Muhammad, salah satu direktur masjid membenarkan bahwa rata-rata 2 hingga 3 orang warga asli Austria setiap bulannya berkunjung ke masjid untuk mendapat pencerahan mengenai Islam. "Mereka datang ke sini karena ingin memeluk Islam," papar Muhammad dengan penuh rasa bersyukur.
Sebagai pusat khasanah Islam di negara Eropa, Islamic center cukup menunjukkan dedikasinya dalam menjembatani komunikasi umatnya, terutama dalam bidang pendidikan. Setiap akhir pekan, di Islamic center ada semacam kegiatan pengajian dan les bahasa Arab, Inggris dan Jerman. Dan, semuanya itu cuma-cuma alias tak dipungut biaya.
Islamic center, bisa jadi salah satu contoh nyata tetap kokohnya nilai Islam di tengah gebrakan arus sekularisme yang melanda negara-negara Eropa. Betapa tidak, lokasinya yang berada di tepi sungai Donau, membuat Islamic center persis bersebelahan dengan pusat 'Summer bathing'.
Tiap musim panas tiba, tepian sungai Donau dibanjiri warga yang ingin berjemur, bercengkrama dan berenang bebas. Tak hanya itu, daerah Donau, merupakan salah satu tempat favorit festival musik dan aneka hiburan yang berbau hedonisme digelar setiap tahunnya.
Kendati demikian, semua itu tak pernah meruntuhkan suara Adzan yang bergema 5 kali dalam sehari dari menara masjid Vienna Islamic Center, untuk mengundang umat Islam menunaikan ibadah salat wajib. (sal/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 31/08/2011 18:26 WIB
Islamic Center Washington, Masjid & Pusat Kebudayaan Islam di AS
-
Jumat, 26/08/2011 11:26 WIB
Kairaouine, Masjid Islam Tertua di Kota Fes Maroko
-
Kamis, 25/08/2011 10:27 WIB
Zeyrek Camii, Masjid Bekas Gereja di Istanbul
-
Selasa, 23/08/2011 10:38 WIB
Dihiasi 20.000 Ubin Biru, Masjid Sultanahmet Berdiri Cantik di Istanbul
-
Senin, 22/08/2011 10:08 WIB
Masjid Unik Tiga Pintu di Tunisia
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
279 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
217 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
