SBY Ajak Pengadilan Imbangi Kemajuan Pemberantasan Korupsi
Rabu, 24/09/2008 16:19 WIB
Setpres
Jakarta
Presiden SBY bersyukur dengan membaiknya posisi Indonesia dalam corupption perception index. Perbaikan tersebut menunjukkan upaya pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi selama ini mulai menunjukkan hasil positif.
Hendaknya hal ini memacu semangat aparat penegak hukum terus meningkatkan kinerja menuju papan atas. Khususnya bagi aparat peradilan yang menurut hasil sebuah survei internasional mendudukkan peradilan Indonesia di peringkat paling bawah.
"Saya mengajak teman-teman di yudikatif agar semakin memperbaiki kinerja. Agar perbaikan kita di pemberantasan korupsi paralel dengan dunia peradilan. Tidak usah saling salah menyalahkan atau melihat masa lampau, mari kita memperbaiki diri," kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
Ajakan untuk memperbaiki diri juga ditujukan pada jajaran birokrasi, kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Jajaran penegak hukum tidak boleh ragu dalam upaya menegakkan hukum secara sungguh-sungguh, adil bagi semua, dan tidak perlu ada yang dilindungi.
"Saya juga sudah memberi contoh untuk tidak menghalangi siapa pun menjalani pemeriksaan atau proses hukum. Saya persilahkan kalau pun itu menyangkut, katakanlah kedekatan dalam keluarga, pemerintahan atau perkawanan dan sebagianya. Saya ingin ditegaklan betul keadilan ini," sambung SBY.
Kepala Negara juga mengimbau masyarakat paham bahwa pemberantasan korupsi butuh waktu. Sepanjang perjalanan itu banyak rintangan, tantangan bahkan ekses yang harus dilewati.
"Jangan ini membuat kita berhenti. The show must go on," tandas SBY.
(lh/nrl)
Hendaknya hal ini memacu semangat aparat penegak hukum terus meningkatkan kinerja menuju papan atas. Khususnya bagi aparat peradilan yang menurut hasil sebuah survei internasional mendudukkan peradilan Indonesia di peringkat paling bawah.
"Saya mengajak teman-teman di yudikatif agar semakin memperbaiki kinerja. Agar perbaikan kita di pemberantasan korupsi paralel dengan dunia peradilan. Tidak usah saling salah menyalahkan atau melihat masa lampau, mari kita memperbaiki diri," kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/9/2008).
Ajakan untuk memperbaiki diri juga ditujukan pada jajaran birokrasi, kepolisian, kejaksaan, dan KPK. Jajaran penegak hukum tidak boleh ragu dalam upaya menegakkan hukum secara sungguh-sungguh, adil bagi semua, dan tidak perlu ada yang dilindungi.
"Saya juga sudah memberi contoh untuk tidak menghalangi siapa pun menjalani pemeriksaan atau proses hukum. Saya persilahkan kalau pun itu menyangkut, katakanlah kedekatan dalam keluarga, pemerintahan atau perkawanan dan sebagianya. Saya ingin ditegaklan betul keadilan ini," sambung SBY.
Kepala Negara juga mengimbau masyarakat paham bahwa pemberantasan korupsi butuh waktu. Sepanjang perjalanan itu banyak rintangan, tantangan bahkan ekses yang harus dilewati.
"Jangan ini membuat kita berhenti. The show must go on," tandas SBY.
(lh/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
