detikcom

Suap Konversi Hutan

Tamsil Linrung: Semua Anggota Komisi IV Memang Terima Uang

Ronald Tanamas - detikNews
Rabu, 24/09/2008 12:08 WIB
foto DPR.go.id
Jakarta Kasus suap di Komisi IV DPR semakin terbuka. Politikus dari fraksi PKS Tamsil Linrung mengatakan anggota Komisi IV DPR memang menerima dana suap dari kasus alih fungsi hutan bakau di Tanjung Api-api di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Pemberian uang untuk wakil rakyat ini dilakukan sekitar November 2006.

"Memang faktanya seperti itu, dan data yang diperoleh oleh KPK memang benar. Saya pernah menerima uang tersebut dan penerimaan itu lebih dari 1 kali, saya lupa detailnya. Kalau tidak salah totalnya sampai Rp 2 miliar " kata Tamsil Linrung kepada detikcom melalui telepon, Rabu (24/9/2008)

Komisi IV DPR merupakan komisi yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan. Menurut Tamsil, seluruh anggota dari PKS yang berada di komisi IV sudah mengembalikan uang pemberian tersebut ke KPK sebelum 30 hari. Anggota Komisi IV dari PKS itu terdiri Ir.H.Suswono, Syamsul Hilal, Tamsil Linrung dan Ummung Anwar Sanusi. Umung menggantikan posisi Djalaludin Asy Syatibi.

Ia juga mengakui adanya juru bicara dan tim lobi untuk pengalihan fungsi hutan itu di Komisi IV yang disebut sebagai Tim Gegana. Namun sayangnya Tamsil tidak mau meyebutkan secara detil siapa personil yang berada di dalam tim gegana tersebut.

"Tim Gegana itu memang ada di Komisi IV. Untuk lebih detailnya silakan tanya kepada KPK, karena saya lupa,"kata Tamsil

Sebelumnya dalam sidang kasus Al Amin Nasution, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sagita Haryadin menyatakan, sebanyak 50 anggota Komisi IV menerima uang terkait alih fungsi hutan Tanjung Api-api.

(ron/iy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini