Minggu, 14/09/2008 06:24 WIB

Laporan dari Malaysia

Pelajar Indonesia di Malaysia Kerap Jadi Korban Kriminalitas

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Menjadi pelajar di luar negeri tidak selalu menjanjikan kenyamanan. Meski tinggal di negara dengan tingkat ekonomi lebih baik, tindak kejahatan juga sering menimpa pelajar Indonesia di Malaysia.

Hal tersebut membuat perwakilan resmi RI di Kuala Lumpur pun menjadi geram.

"Saya kaget mendengar laporan banyak kejadian yang menimpa mahasiswa kita. Ini sangat tidak kita inginkan. Kita akan tindak lanjuti," ujar Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Imran Hanafi dalam dialog dengan pelajar Indonesia di Asia Pasific Institute of Information Technology (APIIT), Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (13/9/2008).

Imran mengatakan, KBRI akan menindaklanjuti dengan melakukan pendekatan dan penekanan kepada pihak universitas dan Departemen Perguruan Tinggi Malaysia agar senantiasa memperhatikan keselamatan dan keamanan para
pelajar asingnya yang belajar di universitas tersebut. Perwakilan resmi pemerintah RI, lanjutnya, sangat berkomitmen terhadap keselamatan dan keamanan WNI di Malaysia.

Karena itu dia menegaskan, agar pelajar Indonesia yang menjadi korban kejahatan langsung menghubungi dirinya atau siapapun dari pihak KBRI, selain menghubungi pihak kepolisian.

"Karena tentu mereka (pihak universitas) itu memiliki kepentingan terhadap keselamatan dan kenyamanan mahasiswa asing di Malaysia. Kalau tidak, bisa merusak citra lingkungan pendidikan mereka sendiri yang dinilai tidak aman," cetus Imran.

Imran juga meminta agar Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) secara proaktif membantu anggota-anggotanya yang mengalami berbagai persoalan di Malaysia.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rmd/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%