detikcom
Kamis, 11/09/2008 16:51 WIB

Kombes Untung Yoga Jadi Kapolwiltabes Bandung

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol I Ketut Untung Yoga Ana dimutasi. Yoga kini menduduki jabatan Kapolwiltabes Bandung Polda Jawa Barat.

Posisi Yoga digantikan menjadi Kombes Pol Zulkarnain yang sebelumnya menjabat Kabid Telematika Polda Metro Jaya.

"Ini merupakan hal yang biasa di lingkungan Polri. Dalam rangka tour of duty untuk penyegaran personel," kata Yoga di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (11/9/2008).

Selain Yoga dan Zulkarnain, ada 5 pejabat lainnya yang dimutasi. Mereka adalah Kepala Siaga Deputi Pengendalian Operasi Polri Kombes Pol Dedi Sutarya yang menggantikan posisi Zulkarnain sebagai Kabid Telematika Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, Kabid Propam Polda Metro Jaya Kombes Pol Syaiful Bachri menduduki jabatan baru sebagai Wadir D Baintelkam Polri. Kombes Pol Erwin Hasibuan yang semula menjadi Kabid Propam Polda Jateng akan segera dimutasi ke Polda Metro
Jaya dengan jabatan yang sama.

AKBP Hartanto yang semula menjabat sebagai Waka Polres Jakarta Barat diangkat menjadi Kaden Opsnal II Puspaminal Div Propam Polri. AKBP Yazid Fanani yang semula menjabat sebagai Kapolresta Bogor akan segera menjabat sebagai Waka Polres Metro Jakarta Barat.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%