Detik.com News
Detik.com
Rabu, 10/09/2008 13:36 WIB

Sidang Gus Dur Vs KPU Digelar di PTUN, Hakim Tawarkan Islah

Nala Edwin - detikNews
Sidang Gus Dur Vs KPU Digelar di PTUN, Hakim Tawarkan Islah
Jakarta - Gugatan Gus Dur terhadap KPU maju di meja hijau. Sidang Gus Dur melawan KPU terkait penetapan PKB versi Muhaimin Iskandar yang sah berdasarkan KPU ini digelar di PTUN. Majelis hakim menawarkan islah kepada dua kubu yang bertikai.

Gus Dur tiba dengan menumpang mobil Toyota Alphard warna hitam dengan B 59009 di PTUN, Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (10/9/2008) pukul 12.30 WIB.

Gus Dur mengenakan batik lengan pendek warna biru. Gus Dur langsung disambut salawat badar dari puluhan pendukungnya. Gus Dur yang duduk di atas roda langsung masuk ke ruang sidang utama.

Gus Dur tampak duduk di deretan penggugat. Dia didampingi kuasa hukum Gus Dur, Ibrani.
Sidang dipimpin ketua majelis hakim Mustamar berlangsung singkat.

Gus Dur menggugat surat KPU yang isinya daftar alamat peserta pemilu. KPU sebagai tergugat. Sedangkan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen DPP PKB sebagai tergugat intervensi.

Kuasa hukum Gus Dur, Ibrani, menyerahkan materi gugatan kepada KPU yang diwakili kuasa hukumnya. Selain itu materi gugatan juga diserahkan kepada Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy diwakili Edy Sidabutar.

"Saya meminta kedua pihak untuk islah. Karena kalau di pengadilan ada yang kalah dan ada yang menang. Sedangkan kalau islah ini win win solution dan baik untuk konstituen PKB karena pemilu sudah dekat," kata Mustamar.

Sidang akan dilanjutkan Selasa 16 September 2008 pukul 11.30 WIB.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%