Detik.com News
Detik.com

Rabu, 10/09/2008 08:38 WIB

Tak Mampu Bendung Emosi, Djoko Edhi Ciderai Etika Demokrasi foto

Vina Martina Sianipar - detikNews
Tak Mampu Bendung Emosi, Djoko Edhi Ciderai Etika Demokrasi
Jakarta - Pemirsa TVOne semalam mendapat suguhan mengagetkan. Politisi PPP Djoko Edhi marah-marah pada politisi PAN Bahrudin Dahlan. Dengan berapi-api, Djoko juga mengaku menggampar Bahrudin sebelum tampil live di acara 'Apa Kabar Indonesia Malam'.

Pengamat politik Maswadi Rauf menilai Djoko Edhi melanggar etika demokrasi dan memiliki pengendalian diri yang kurang.

"Kasus kekerasan itu menandakan kader tersebut (Djoko Edhi) belum bisa menahan diri, kurang pengendalian diri, menggunakan kekerasan dalam persaingan dan itu menunjukkan kualitas mereka dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia," ujarnya kepada detikcom, Rabu (10/9/2008).

Menurutnya, situasi panas yang terjadi di antara kedua caleg adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun itu tidak berarti, Djoko pantas melakukan tindak kekerasan semacam itu.

"Kata kunci dari demokrasi adalah pengendalian diri. Nggak mungkin demokrasi terjadi tanpa adanya persaingan dan kondisi yang panas," kata Maswadi.

"Tuduh-menuduh adalah hal yang wajar kok dalam demokrasi. Jika tuduhan terlalu keras ya lapor ke pengadilan bukan melampiaskan lewat tindak kekerasan," tegas guru besar UI ini.

Menanggapi kata-kata kotor yang diucapkan Djoko kepada Baharudin di layar kaca, Maswadi melihat itu sebagai pelanggaran etika demokrasi. Maswadi menghitung, setidaknya Djoko tiga kali mengatakan kata-kata kotor saat berdialog dengan Bahrudin lewat sambungan telepon di siaran langsung TV swasta tersebut.

"Emosi ini nggak bisa ditahan yang mengakibatkan kata-kata kotor tersebut meluncur. Itu melanggar etika demokrasi. Tidak usah di ruang publik, kalau pun mereka hanya berdua, meraka tetap harus menjaga tindakan dan perkataan. Itu baru demokrasi," jelasnya. Menurutnya, atas insiden ini,PPP sebagai partai yang memayungi Djoko Edhi, perlu memanggil politisi asal Madura itu.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vna/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

'Bersihkan' Gelar Palsu, Periksa Semua Ijazah Anggota DPR!

Anggota DPR Fraksi Hanura Frans Agung Mula Putra dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terkait dugaan gelar doktor palsu. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bersikap tegas meminta ijazah semua anggota DPR diperiksa. Bila Anda setuju dengan usulan Fahri Hamzah, pilih Pro!
Pro
97%
Kontra
3%