detikcom
Minggu, 07/09/2008 09:56 WIB

Larisnya Kurma di Pasar Tanah Abang foto

Novia Chandra Dewi - detikNews
Halaman 1 dari 4
Foto: Shohib Masykur/detikcom
Jakarta - Waktu baru saja menunjukkan pukul 10.00 WIB saat Saiful (18) baru saja
menjajakan dagangannya. Tempatnya berjualan hanya berupa lapak berukuran 4 x 2 meter yang terletak di pinggir jalan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Meski berukuran mini, namun hasil penjualan di tempat inilah yang selama ini menghidupi Ipul, begitu bujang kelahiran Jakarta ini biasa dipanggil.
Sudah lima bulan belakangan ini Ipul mengadu nasib di pasar Tanah Abang. Mengaku ingin memanfaatkan waktu menjelang bulan suci Ramadan, Ipul pun berjualan kurma.

Tak berapa lama, Ipul kedatangan pembeli. Percakapan khas antara penjual dan
pembeli itu pun terjadi. "Berapa harga sekilo-nya bang?" tanya seorang ibu sambil menunjuk salah satu keranjang kurma yang berjejer rapi di depannya.

"Yang itu harganya Rp 25.000," jawab Ipul kepada si pembeli yang disapanya 'bu Haji'.

Kurma yang dimaksud pada percakapan tadi ternyata adalah kurma Madinah yang
memiliki tekstur lebih kering dan memiliki rasa manis yang khas.

Ya, Pasar Tanah Abang memang sejak dahulu terkenal sebagai tempat grosir kurma. Berbagai jenis kurma banyak dijajakan di pasar ini mulai dari kurma Mesir, kurma Madinah maupun kurma Tunisia. Kebanyakan kurma memang berasal dari daerah Timur Tengah ataupun Afrika. Namun ada juga kurma yang berasal dari California, Amerika, yang biasa disebut orang "kurma Medjoo".

Nama Medjoo sendiri diambil dari nama asal pabrikan di Amerika yang memproduksi kurma tersebut. Nama tersebut kemudian menjadi identik dengan
kurma asal negeri Paman Sam tersebut karena kata Medjoo dituliskan di bagian
depan bungkusnya. Next

Halaman 1 2 3 4

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(irw/irw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%