Indonesia Minta Malaysia Tak Pulangkan Pengungsi Tsunami
Sabtu, 06/09/2008 04:15 WIB
Foto: wordpress.com
Jakarta
Indonesia meminta Malaysia tidak sekaligus pulangkan 24.000 korban tsunami Aceh yang mengungsi di Malaysia. Dikhawatirkan jika seluruhnya dipulangkan, Pemda Nangroe Aceh Darussalam tidak siap menyediakan lapangan pekerjaan dan infrastruktur lainnya.
"Akan berat jadinya karena jumlahnya besar, ditakutkan Pemda tak siap,"
ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah dalam acara Media Briefing di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Teuku mengungkapkan jumlah pengungsi tsunami di Malaysia pernah mencapai
30.000 orang. Namun kini sekitar 24.000 yang tersisa. Umumnya mereka tinggal di Kuala Lumpur, Relau, Bukit Jambul, dan sekitar pulau Pineng.
Teuku juga menjelaskan ada alternatif bagi warga Aceh yang masih ingin
tinggal di Malaysia, yaitu dengan meminta rekomendasi dari pemberi kerja sehingga pemerintah Malaysia memberikan izin tinggal.
"Kalau tidak ada rekomendasi maka diprioritaskan untuk pulang," jelasnya.
Untuk memulangkan para pengungsi secara bertahap ini pihak KBRI di Kuala
Lumpur telah menyiapkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Ia menjelaskan cukup banyak juga WNI yang ingin pulang.
Teuku menjelaskan pihak Malaysia sebenarnya telah memberikan kelonggaran, karena telah memperpanjang izin tinggal selama satu tahun.
"Diberi kelonggaran hingga akhir 2008. Sebelumnya, masa tinggal mereka kan hingga Agustus 2008 setelah perpanjangan selama satu tahun, yaitu dari tahun 2006 hingga 2007," jelasnya. (rdf/mok)
"Akan berat jadinya karena jumlahnya besar, ditakutkan Pemda tak siap,"
ujar Jubir Deplu Teuku Faizasyah dalam acara Media Briefing di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Teuku mengungkapkan jumlah pengungsi tsunami di Malaysia pernah mencapai
30.000 orang. Namun kini sekitar 24.000 yang tersisa. Umumnya mereka tinggal di Kuala Lumpur, Relau, Bukit Jambul, dan sekitar pulau Pineng.
Teuku juga menjelaskan ada alternatif bagi warga Aceh yang masih ingin
tinggal di Malaysia, yaitu dengan meminta rekomendasi dari pemberi kerja sehingga pemerintah Malaysia memberikan izin tinggal.
"Kalau tidak ada rekomendasi maka diprioritaskan untuk pulang," jelasnya.
Untuk memulangkan para pengungsi secara bertahap ini pihak KBRI di Kuala
Lumpur telah menyiapkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Ia menjelaskan cukup banyak juga WNI yang ingin pulang.
Teuku menjelaskan pihak Malaysia sebenarnya telah memberikan kelonggaran, karena telah memperpanjang izin tinggal selama satu tahun.
"Diberi kelonggaran hingga akhir 2008. Sebelumnya, masa tinggal mereka kan hingga Agustus 2008 setelah perpanjangan selama satu tahun, yaitu dari tahun 2006 hingga 2007," jelasnya. (rdf/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 16:22 WIB
Pencapresan Ical Tergantung Hasil Pemilu 2014
-
Sabtu, 26/05/2012 16:21 WIB
Keluarga Korban Sukhoi Belum Dikontak Soal Asuransi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:19 WIB
Panic Button Bagi Minimarket di Jakarta Masih Dalam Tahap Uji Coba
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
279 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
214 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
