Detik.com News
Detik.com
Jumat, 05/09/2008 16:58 WIB

Laporan dari Malaysia

WNI DIhukum Cambuk Kasus Narkoba

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Kuala Lumpur - Lagi, seorang WNI divonis hukuman cambuk oleh pengadilan Malaysia. Safrin Bin Ismail (29), WNI asal Aceh Utara divonis atas keterlibatannya dalam bisnis dan penggunaan narkoba.

"Safrin kedapatan mengedarkan narkoba jenis ganja seberat 227 gram saat digerebek polisi," ujar wakil juru bicara WNI, Saeful Aiman, saat dihubungi detikcom, Jumat (5/9/2008).

Saeful mengatakan, dalam sidang pengadilan yang digelar hari ini, hakim Pengadilan Tinggi Shah Alam, Datok Mohamad Zaki Bin Yasin, dalam pembacaan keputusannya memvonis Safrin dengan hukuman 8 tahun penjara dan 10 kali cambuk.

Sebelumnya, lanjut dia, Safrin dituntut pasal 39 b undang-undang narkoba Malaysia tahun 1952 dengan ancaman hukuman gantung. Lalu diganti menjadi pasal 39a dengan hukuman penjara 20 tahun dan cambuk.

Safrin ditangkap oleh polisi Shah Alam saat sedang bekerja di warung kopi Shah Alam, jalan Mulia Taman Sri Muda Shah Alam pada 9 Mei 2007. Barang bukti yang disita polisi Malaysia berupa ganja seberat 227 gram dengan nilai sekitar RM 650 atau Rp 2 juta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita »
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%