Wapres JK: Seharusnya PT SHI yang Bertanggung Jawab
Jumat, 05/09/2008 16:13 WIB
Jakarta
Wapres Jusuf Kalla mengaku belum tahu persis siapa yang harus ditunjuk hidung dalam kasus padi Super Toy HL2. Namun, ia berpendapat seharusnya PT SHI yang bertanggung jawab.
"Kalau dikatakan siapa yang tanggung jawab, tidak tahu juga ya. Tapi seharusnya yang bertanggung jawab PT yang mengeluarkannya, SHI," katanya dalam jumpa pers di Setwapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Kalla menjelaskan, Super Toy sebenarnya masih dalam uji coba. Belum mendapat sertifikasi resmi dari pemerintah.
"Super Toy itu baru dalam tahap uji coba. Lalu oleh masyarakat seakan-akan dianggap sudah lolos sertifikasi, padahal itu tidak," ujarnya.
Kalla mengaku sudah bertemu dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan mengatakan soal Super Toy seharusnya ada yang mengatur. "Super Toy saya tidak paham dengan apa yang terjadi. Tapi saya sudah ngobrol dengan mentan. itu harusnya diatur," ucapnya.
Lebih lanjut, soal penelitian tanaman padi sebenarnya pemerintah memiliki payung hukum. Ada UU yang mengatur soal itu.
"Pemerintah itu ada UU dan ada aturan. Bahkan kita punya riset soal pertanian itu pusatnya ada 3. Di Subang, Makassar, dan ada universitasnya. Kan di tiap-tiap provinsi juga ada riset-riset yang kecil," terangnya. (gah/iy)
"Kalau dikatakan siapa yang tanggung jawab, tidak tahu juga ya. Tapi seharusnya yang bertanggung jawab PT yang mengeluarkannya, SHI," katanya dalam jumpa pers di Setwapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Kalla menjelaskan, Super Toy sebenarnya masih dalam uji coba. Belum mendapat sertifikasi resmi dari pemerintah.
"Super Toy itu baru dalam tahap uji coba. Lalu oleh masyarakat seakan-akan dianggap sudah lolos sertifikasi, padahal itu tidak," ujarnya.
Kalla mengaku sudah bertemu dengan Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan mengatakan soal Super Toy seharusnya ada yang mengatur. "Super Toy saya tidak paham dengan apa yang terjadi. Tapi saya sudah ngobrol dengan mentan. itu harusnya diatur," ucapnya.
Lebih lanjut, soal penelitian tanaman padi sebenarnya pemerintah memiliki payung hukum. Ada UU yang mengatur soal itu.
"Pemerintah itu ada UU dan ada aturan. Bahkan kita punya riset soal pertanian itu pusatnya ada 3. Di Subang, Makassar, dan ada universitasnya. Kan di tiap-tiap provinsi juga ada riset-riset yang kecil," terangnya. (gah/iy)
Baca Juga
- Padi Promosi SBY Diprotes
Tuyung Tunjukkan Super Toy ke BPTP Yogya, Ditolak di Bantul - SHI: Panen Gagal Sebab Petani Tak Tahu Cara Tanam Super Toy
- Padi Promosi SBY Diprotes
Peneliti : Mustahil Super Toy Capai Lebih 15 Ton/Hektar - Padi Promosi SBY Diprotes
Masalah Super Toy Dijanjikan Selesai dalam Satu Minggu
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 13:05 WIB
Polda Metro Bongkar Pembuat Ijazah Palsu www.ijazahaspal.com
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Badai Kerispatih: Papa dalam Keadaan Baik
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:42 WIB
Nasir Djamil Usul Lady Gaga Tampil dengan Busana Daerah
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
