Pengacara Diusir dari Gedung KPK
Jumat, 05/09/2008 11:56 WIB
Jakarta
Ini mungkin baru pertama kali terjadi. KPK mengusir seorang pengacara bernama Ahmad Yani. Si pengacara itu memang tidak menuruti aturan Komisi anti korupsi.
Kisah ini bermula ketika sang pengacara untuk terdakwa Walikota Medan Abdillah ini menolak memakai tanda pengenal tamu. Nah petugas keamanan KPK pun melakukan peneguran.
Peristiwa adu mulut ini pun sempat menarik perhatian tamu serta wartawan yang tengah berada di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/9/2008). "Anda harus memakai tanda pengenal. Ini aturan di KPK, sesuai perintah pimpinan," ucap seorang petugas keamanan bernama Sarjana.
Tapi si pengacara ini malah ngotot dan tidak terima. Dia malah balik menantang. "Saya ini bukan tamu, hanya menjalankan perintah pengadilan untuk memeriksa berkas klien saya yang sudah memasuki masa tuntutan. Saya bukan menolak," jawab Ahmad Yani.
Adu mulut terus berlangsung selama 10 menit. Kedua pihak berkeras pada keputusannya. "Kalau Anda tidak mau ikut aturan, silakan keluar," ujar seorang petugas KPK.
Hingga kemudian dengan bersungut-sungut, sekitar pukul 11.30 WIB, Ahmad Yani dan timnya keluar dari gedung KPK. Tapi sambil berlalu, kepada wartawan dia sedikit melunak. "Saya kan masih di luar. Kalau nanti sudah ke atas, saya pasti mau pakai tanda pengenal. Saya mau salat Jumat dulu. Bukan diusir," tandasnya.
Memang aturan tanda pengenal ini berlaku ketat di KPK. Siapa pun yang masuk mesti memakai kartu bertuliskan 'Tamu' tidak terkecuali. Seorang staf KPK membisikkan kalau ini dilakukan untuk mencegah hal negatif. "Agar tidak ada makelar kasus," jelas staf KPK yang enggan disebutkan namanya itu. (ndr/asy)
Kisah ini bermula ketika sang pengacara untuk terdakwa Walikota Medan Abdillah ini menolak memakai tanda pengenal tamu. Nah petugas keamanan KPK pun melakukan peneguran.
Peristiwa adu mulut ini pun sempat menarik perhatian tamu serta wartawan yang tengah berada di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Jumat (5/9/2008). "Anda harus memakai tanda pengenal. Ini aturan di KPK, sesuai perintah pimpinan," ucap seorang petugas keamanan bernama Sarjana.
Tapi si pengacara ini malah ngotot dan tidak terima. Dia malah balik menantang. "Saya ini bukan tamu, hanya menjalankan perintah pengadilan untuk memeriksa berkas klien saya yang sudah memasuki masa tuntutan. Saya bukan menolak," jawab Ahmad Yani.
Adu mulut terus berlangsung selama 10 menit. Kedua pihak berkeras pada keputusannya. "Kalau Anda tidak mau ikut aturan, silakan keluar," ujar seorang petugas KPK.
Hingga kemudian dengan bersungut-sungut, sekitar pukul 11.30 WIB, Ahmad Yani dan timnya keluar dari gedung KPK. Tapi sambil berlalu, kepada wartawan dia sedikit melunak. "Saya kan masih di luar. Kalau nanti sudah ke atas, saya pasti mau pakai tanda pengenal. Saya mau salat Jumat dulu. Bukan diusir," tandasnya.
Memang aturan tanda pengenal ini berlaku ketat di KPK. Siapa pun yang masuk mesti memakai kartu bertuliskan 'Tamu' tidak terkecuali. Seorang staf KPK membisikkan kalau ini dilakukan untuk mencegah hal negatif. "Agar tidak ada makelar kasus," jelas staf KPK yang enggan disebutkan namanya itu. (ndr/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:42 WIB
Nasir Djamil Usul Lady Gaga Tampil dengan Busana Daerah
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Promotor Lady Gaga Datangi Ruangan Kapolda Metro Jaya
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message
_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
