KPU Pastikan WNI Ilegal di Luar Negeri Boleh Memilih
Jumat, 05/09/2008 08:39 WIB
Suasana sosialisasi
Terkait
Kuala Lumpur
Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan TKI ilegal yang tinggal di luar negeri tidak kehilangan hak suaranya dalam Pemilu 2009 mendatang. Mereka masih memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Ilegalitas mereka kan secara administratif dan keimigrasian. Itu dari sisi pemerintah Malaysia, mereka ilegal. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, belum tentu," ujar anggota KPU Pusat Sri Nuryanti dalam sosialisasi dan pembinaan tentang pemilu 2009 di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/9/2008).
Sri mengatakan, TKI ilegal dibolehkan memilih dalam pemilu selama mereka dapat menunjukkan bukti kewarganegaraan sebagai WNI, seperti KTP, paspor, atau pun surat keterangan lainnya yang memperkuat kewarganegaraan yang bersangkutan.
Sri menegaskan, hal tersebut tidak saja berlaku di Malaysia, tetapi juga negara-negara lain yang menjadi tujuan kerja kebanyakan TKI.
Karena itu, lanjutnya, Penitia Pemilihan Luar NEgeri (PPLN) yang terbentuk di setiap negara harus secara proaktif mendata dan mendaftarkan WNI secara keseluruhan. Hal tersebut untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu mendatang.
Peneliti LIPI itu juga mengharapkan, partai politik peserta pemilu yang memiliki perwakilan di luar negeri secara proaktif ikut membantu PPLN dalam melakukan pendataan pemilih.
"Untuk pemutakhiran data, mereka tetap harus didaftarkan karena mereka punya hak pilih. Karena itu saya minta, parpol bantulah PPLN dalam mendata, kalau ingin tingkat partisipasi pemilih pemilu besok meningkat," cetusnya.
Pemutakhiran DPSLN
KPU kembali menegaskan kunjungan ke sejumlah negara dalam rangka pembinaan dan pelantikan PPLN sebagaimana yang diamanatkan UU Pemilu. Sri mengatakan, dalam kunjungan itu KPU memiliki tanggung jawab untuk pembinaan dan pelantikan.
"Untuk yang pembinaan hanya dilakukan di beberapa titik yang jumlah WNI-nya banyak. Yang sudah dilakukan di Hong Kong. Sekarang sedang kami lakukan di Malaysia dan Singapura," ujar Sri.
Sri menjelaskan, pembinaan yang dilakukan KPU bersifat mengawal proses pemutakhiran data Daftar Pemilih Sementara di Luar Negeri (DPSLN) yang dilakukan PPLN. Meski belum dilantik, PPLN di sejumlah negara sudah melaksanakan tugasnya melakukan pendataan.
Sri juga menjelaskan, untuk program pelantikan, PPLN Kuala Lumpur merupakan PPLN pertama yang akan dilantik KPU pada 9 September mendatang dari 14 titik PPLN yang akan dilantik secara bertahap.
Pada pelantikan tersebut, tambahnya, PPLN yang dilantik meliputi PPLN di negara-negara Asia Tenggara.
"Perwakilan RI ada di 117 negara. Kalau kita kunjungi satu-satu tidak mungkin. Jadi kami pilihkan 14 titik yang strategis yang bisa meliputi 117 negara itu. Malaysia meliputi negara-negara di Asia Tenggara," pungkasnya.
(rmd/nrl)
"Ilegalitas mereka kan secara administratif dan keimigrasian. Itu dari sisi pemerintah Malaysia, mereka ilegal. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, belum tentu," ujar anggota KPU Pusat Sri Nuryanti dalam sosialisasi dan pembinaan tentang pemilu 2009 di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (4/9/2008).
Sri mengatakan, TKI ilegal dibolehkan memilih dalam pemilu selama mereka dapat menunjukkan bukti kewarganegaraan sebagai WNI, seperti KTP, paspor, atau pun surat keterangan lainnya yang memperkuat kewarganegaraan yang bersangkutan.
Sri menegaskan, hal tersebut tidak saja berlaku di Malaysia, tetapi juga negara-negara lain yang menjadi tujuan kerja kebanyakan TKI.
Karena itu, lanjutnya, Penitia Pemilihan Luar NEgeri (PPLN) yang terbentuk di setiap negara harus secara proaktif mendata dan mendaftarkan WNI secara keseluruhan. Hal tersebut untuk meningkatkan partisipasi pemilih dalam pemilu mendatang.
Peneliti LIPI itu juga mengharapkan, partai politik peserta pemilu yang memiliki perwakilan di luar negeri secara proaktif ikut membantu PPLN dalam melakukan pendataan pemilih.
"Untuk pemutakhiran data, mereka tetap harus didaftarkan karena mereka punya hak pilih. Karena itu saya minta, parpol bantulah PPLN dalam mendata, kalau ingin tingkat partisipasi pemilih pemilu besok meningkat," cetusnya.
Pemutakhiran DPSLN
KPU kembali menegaskan kunjungan ke sejumlah negara dalam rangka pembinaan dan pelantikan PPLN sebagaimana yang diamanatkan UU Pemilu. Sri mengatakan, dalam kunjungan itu KPU memiliki tanggung jawab untuk pembinaan dan pelantikan.
"Untuk yang pembinaan hanya dilakukan di beberapa titik yang jumlah WNI-nya banyak. Yang sudah dilakukan di Hong Kong. Sekarang sedang kami lakukan di Malaysia dan Singapura," ujar Sri.
Sri menjelaskan, pembinaan yang dilakukan KPU bersifat mengawal proses pemutakhiran data Daftar Pemilih Sementara di Luar Negeri (DPSLN) yang dilakukan PPLN. Meski belum dilantik, PPLN di sejumlah negara sudah melaksanakan tugasnya melakukan pendataan.
Sri juga menjelaskan, untuk program pelantikan, PPLN Kuala Lumpur merupakan PPLN pertama yang akan dilantik KPU pada 9 September mendatang dari 14 titik PPLN yang akan dilantik secara bertahap.
Pada pelantikan tersebut, tambahnya, PPLN yang dilantik meliputi PPLN di negara-negara Asia Tenggara.
"Perwakilan RI ada di 117 negara. Kalau kita kunjungi satu-satu tidak mungkin. Jadi kami pilihkan 14 titik yang strategis yang bisa meliputi 117 negara itu. Malaysia meliputi negara-negara di Asia Tenggara," pungkasnya.
(rmd/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:48 WIB
Gunung Padang Diyakini Tempat Kegiatan Reliji Masyarakat Prasejarah
-
Selasa, 22/05/2012 12:45 WIB
Belum Lihat Jasad Anaknya, Ibu Pramugari Sky Menangis
-
Selasa, 22/05/2012 12:42 WIB
Nasir Djamil Usul Lady Gaga Tampil dengan Busana Daerah
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Promotor Lady Gaga Datangi Ruangan Kapolda Metro Jaya
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Keluarga Tampak Tabah Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:32 WIB
Ayahanda Korban Sukhoi: Susana Tetap Manis & Cantik
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 6,087.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
