Diberondong Soal LNG Tangguh, PDIP Belum Tentu Dirugikan
Selasa, 02/09/2008 08:10 WIB
Terkait
Jakarta
Saling serang antar aktor politik menjelang pemilu mulai terjadi. Terbaru, PDIP menuding JK sengaja memainkan isu LNG untuk menyerang PDIP. Namun serangan ini dinilai belum tentu merugikan PDIP.
"Soal serang menyerang ini sifatnya relatif. Bukan berarti yang menyerang bisa diuntungkan. Yang diserang juga belum tentu dirugikan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat dihubungi detikcom, Senin (1/9/2008).
Qodari menilai, saling serang semacam ini wajar di masa menjelang pemilu. Hal ini justru merupakan salah satu indikator bahwa Indonesia adalah negara penganut sistem demokrasi.
"Ini wajar, namanya juga menjelang pemilu. Masing-masing pihak pasti mengangkat isu yang menguntungkan dirinya dan menjadi batu sandungan pihak lawan," terang Qodari.
"Di negara-negara demokratis hal semacam itu biasa terjadi. Kalau di negara yang otoriter kan nggak pernah ada semacam itu," lanjutnya.
Menurut Qodari, hal paling baik dalam menyikapi masalah ini adalah dengan membawanya ke wilayah publik. Sampaikan kepada publik secara transparan tentang seluk-beluk kontrak itu dan biarkan publik yang menilai.
"Selama ini belum pernah dipaparkan kepada publik isi kontraknya seperti apa. Kalau dilaporkan secara terbuka publik bisa memberikan penilaian," ujarnya.
Karena itu, Qodari pun menyambut baik wacana debat publik antara pemerintah dengan pihak oposisi terkait dengan isu LNG Tangguh ini. Hal itu akan menjadi pembelajaran bersama bagi kita semua dalam rangka membuat kebijakan publik yang baik dan bermanfaat.
"Dengan cara seperti ini dalam jangka panjang nanti siapapun yang berkuasa harus betul-betul pro-publik," pungkasnya. (sho/ken)
"Soal serang menyerang ini sifatnya relatif. Bukan berarti yang menyerang bisa diuntungkan. Yang diserang juga belum tentu dirugikan," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari saat dihubungi detikcom, Senin (1/9/2008).
Qodari menilai, saling serang semacam ini wajar di masa menjelang pemilu. Hal ini justru merupakan salah satu indikator bahwa Indonesia adalah negara penganut sistem demokrasi.
"Ini wajar, namanya juga menjelang pemilu. Masing-masing pihak pasti mengangkat isu yang menguntungkan dirinya dan menjadi batu sandungan pihak lawan," terang Qodari.
"Di negara-negara demokratis hal semacam itu biasa terjadi. Kalau di negara yang otoriter kan nggak pernah ada semacam itu," lanjutnya.
Menurut Qodari, hal paling baik dalam menyikapi masalah ini adalah dengan membawanya ke wilayah publik. Sampaikan kepada publik secara transparan tentang seluk-beluk kontrak itu dan biarkan publik yang menilai.
"Selama ini belum pernah dipaparkan kepada publik isi kontraknya seperti apa. Kalau dilaporkan secara terbuka publik bisa memberikan penilaian," ujarnya.
Karena itu, Qodari pun menyambut baik wacana debat publik antara pemerintah dengan pihak oposisi terkait dengan isu LNG Tangguh ini. Hal itu akan menjadi pembelajaran bersama bagi kita semua dalam rangka membuat kebijakan publik yang baik dan bermanfaat.
"Dengan cara seperti ini dalam jangka panjang nanti siapapun yang berkuasa harus betul-betul pro-publik," pungkasnya. (sho/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
