BAP Saksi Rizieq dan Munarman Tumpang Tindih
Kamis, 28/08/2008 13:59 WIB
Jakarta
M Assegaf, pengacara terdakwa kasus insiden Monas Habib Rizieq, menyatakan saksi dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di persidangan tumpang tindih.
Menurutnya, BAP saksi yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, tidak relevan dengan tuntutan jaksa terhadap Habib sebagai penganjur serangan dalam insiden itu.
"BAP saksi tadi itu untuk Munarman, bukan Rizieq. Polisi mencampuradukkan saksi Rizieq dan Munarman," ujar Assegaf, Kamis (28/8/2008).
Hal ini dikatakan Assegaf setelah mendengarkan kesaksian Ismoyo Palgunadi dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dan Didit Ahmadi dari Lembaga Studi Agama dan Filsafat.
Menurutnya, Didit mengaku di persidangan bahwa ia akan diperiksa dan bersaksi untuk terdakwa Munarman, bukan kliennya. Baik Ismoyo dan Didit memberi kesaksian kronologi penyerangan FPI di tempat kejadian.
"Jadi BAP ini tumpang tindih. Saksi-saksi ini diperiksa untuk kepentingan beberapa terdakwa. Harus tegas dong di BAP saksi diperiksa untuk siapa. BAP ini disusun ngaco dan tergesa-gesa," kata pria asal Solo ini.
Namun Assegaf setuju bahwa kondisi seperti ini menguntungkan posisi kliennya yang didakwa pasal 170 jo 55 dan pasal 156 KUHP tentang menyuruh melakukan kekerasan. "Ini tentu menguntungkan Habib dan kita akan manfaatkan," terangnya.
(vna/nrl)
Menurutnya, BAP saksi yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, tidak relevan dengan tuntutan jaksa terhadap Habib sebagai penganjur serangan dalam insiden itu.
"BAP saksi tadi itu untuk Munarman, bukan Rizieq. Polisi mencampuradukkan saksi Rizieq dan Munarman," ujar Assegaf, Kamis (28/8/2008).
Hal ini dikatakan Assegaf setelah mendengarkan kesaksian Ismoyo Palgunadi dari Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) dan Didit Ahmadi dari Lembaga Studi Agama dan Filsafat.
Menurutnya, Didit mengaku di persidangan bahwa ia akan diperiksa dan bersaksi untuk terdakwa Munarman, bukan kliennya. Baik Ismoyo dan Didit memberi kesaksian kronologi penyerangan FPI di tempat kejadian.
"Jadi BAP ini tumpang tindih. Saksi-saksi ini diperiksa untuk kepentingan beberapa terdakwa. Harus tegas dong di BAP saksi diperiksa untuk siapa. BAP ini disusun ngaco dan tergesa-gesa," kata pria asal Solo ini.
Namun Assegaf setuju bahwa kondisi seperti ini menguntungkan posisi kliennya yang didakwa pasal 170 jo 55 dan pasal 156 KUHP tentang menyuruh melakukan kekerasan. "Ini tentu menguntungkan Habib dan kita akan manfaatkan," terangnya.
(vna/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:54 WIB
Pasca Bentrok Warga dengan PTPN 2 di Deli Serdang, 1 Rumah Dibakar
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
