Harga Daging Tikus Melonjak Tajam di Kamboja
Rabu, 27/08/2008 15:31 WIB
Foto: Reuters
Phnom Penh
Harga daging tikus meroket di Kamboja belakangan ini. Hah... daging tikus? Ya! Dengan laju inflasi yang terus melonjak, daging tikus menjadi satu-satunya daging yang bisa dijangkau rakyat miskin negeri itu.
Buntut tingginya permintaan, kini satu kilogram daging tikus dijual dengan harga sekitar 5.000 riel (US$ 1,28)! Padahal tahun lalu, harganya cuma 1.200 riel.
Daging tikus sawah yang dimasak dengan bawang putih ataupun dipanggang telah menjadi makanan populer di Kamboja. Sebab saat ini harga daging sapi mencapai 20.000 riel per kilo.
Pejabat pertanian Kamboja mengatakan, banyak warga desa, termasuk anak-anak yang senang mencari tikus sawah untuk mendapatkan uang.
"Banyak anak senang mencari uang dengan menjual hewan-hewan tersebut ke pasar. Namun mereka juga menyisakan sebagian untuk keluarga mereka," kata Ly Marong,pejabat pertanian di Distrik Koh Thom di wilayah perbatasan dengan Vietnam.
"Bukan cuma warga miskin kami yang memakannya, namun ada juga permintaan dari warga Vietnam yang tinggal di perbatasan dengan kami," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Rabu (27/8/2008).
Dia memperkirakan, Kamboja memasok lebih dari 1 ton tikus hidup per hari ke Vietnam.
Daging tikus juga banyak dikonsumsi di Thailand. Sedangkan pemerintah negara bagian di India timur bulan ini mengimbau warganya untuk memakan daging tikus. Ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan harga-harga bahan pangan. (ita/iy)
Buntut tingginya permintaan, kini satu kilogram daging tikus dijual dengan harga sekitar 5.000 riel (US$ 1,28)! Padahal tahun lalu, harganya cuma 1.200 riel.
Daging tikus sawah yang dimasak dengan bawang putih ataupun dipanggang telah menjadi makanan populer di Kamboja. Sebab saat ini harga daging sapi mencapai 20.000 riel per kilo.
Pejabat pertanian Kamboja mengatakan, banyak warga desa, termasuk anak-anak yang senang mencari tikus sawah untuk mendapatkan uang.
"Banyak anak senang mencari uang dengan menjual hewan-hewan tersebut ke pasar. Namun mereka juga menyisakan sebagian untuk keluarga mereka," kata Ly Marong,pejabat pertanian di Distrik Koh Thom di wilayah perbatasan dengan Vietnam.
"Bukan cuma warga miskin kami yang memakannya, namun ada juga permintaan dari warga Vietnam yang tinggal di perbatasan dengan kami," imbuhnya seperti dilansir Reuters, Rabu (27/8/2008).
Dia memperkirakan, Kamboja memasok lebih dari 1 ton tikus hidup per hari ke Vietnam.
Daging tikus juga banyak dikonsumsi di Thailand. Sedangkan pemerintah negara bagian di India timur bulan ini mengimbau warganya untuk memakan daging tikus. Ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan harga-harga bahan pangan. (ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 00:50 WIB
Kapal Kargo di Pelabuhan Sunda Kelapa Terbakar
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
