Laporan dari Malaysia
Zakat Pelajar Siap Bantu Mahasiswa Asal Indonesia
Kamis, 21/08/2008 03:21 WIB
Kuala Lumpur
Kabar gembira bagi mahasiswa Indonesia yang mengalami kesulitan biaya kuliah di Malaysia. Unit Pelayanan Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) cabang Malaysia telah meluncurkan program Bantuan Zakat Pelajar (BZP). Alhamdulillah...
"Selama ini yang menjadi fokus UPZ adalah TKI/TKW bermasalah. Karena itu kami juga akan fokus kepada pelajar atau mahasiswa Indonesia di Malaysia,” ujar Ketua UPZ BAZNAS Malaysia Dr Ugi Suharto saat berbicang dengan detikcom, Rabu (20/8/2008).
Program tersebut merupakan kerjasama UPZ-BAZNAS dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia. Penandatangan MoU digelar di kantor Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, dan disaksikan langsung Atase Pendidikan Imran Hanafi pada Selasa 19 Agustus 2008.
Ugi mengatakan, dalam ekonomi Islam, zakat sebenarnya merupakan instrumen yang berpotensi dapat mengatasi berbagai problem sosial dan kemiskinan. Dalam sejarah Islam, lanjutnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mampu mengentaskan kemiskinan hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun dengan zakat. Bahkan pada saat itu, orang berlomba-lomba untuk membayar zakat.
"Sehingga jika zakat dapat diintegrasikan dengan pajak sebagai instrumen kebijakan fiskal, maka hal tersebut akan memperkuat dan mengokohkan perekonomian bangsa,” cetusnya.
Ugi lalu mencontohkan kebijakan pemerintah Malaysia yang mampu mengurangi kemiskinan dengan mengintegrasikan zakat dan pajak.
“Malaysia telah memberi bukti, integrasi zakat dengan pajak melalui kebijakan zakat pengurang pajak ternyata mampu meningkatkan pendapatan keduanya secara simultan. Jadi tidak perlu khawatir akan saling mengurangi,” terang dosen di Universitas Islam Internasional Malaysia ini.
Sementara itu, Ketua PPI Malaysia, Irfan Syauqi Beik menjelaskan, tidak kurang dari 10 persen mahasiswa Indonesia di Malaysia berada pada kondisi memprihatinkan. Menurutnya, para mahasiswa tersebut sebagian besar memiliki beban utang kepada kampusnya masing-masing. Hal itu karena sistem perkuliahan di Malaysia memungkinkan mahasiswa untuk menangguhkan pembayaran SPP, untuk kemudian dibayarkan pada saat akan lulus.
“Paling tidak, dengan zakat yang disalurkan ini akan meringankan beban mereka. Karena mereka termasuk kategori mustahik yang berhak mendapat zakat,” imbuhnya.
Berdasarkan data keimigrasian Malaysia, jumlah pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Petronas itu mencapai lebih kurang 14 ribu orang. Sebagian besar melakukan studi dengan pembiayaan sendiri karena minimnya donatur beasiswa untuk studi di Malaysia.
(rmd/fiq)
"Selama ini yang menjadi fokus UPZ adalah TKI/TKW bermasalah. Karena itu kami juga akan fokus kepada pelajar atau mahasiswa Indonesia di Malaysia,” ujar Ketua UPZ BAZNAS Malaysia Dr Ugi Suharto saat berbicang dengan detikcom, Rabu (20/8/2008).
Program tersebut merupakan kerjasama UPZ-BAZNAS dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia. Penandatangan MoU digelar di kantor Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, dan disaksikan langsung Atase Pendidikan Imran Hanafi pada Selasa 19 Agustus 2008.
Ugi mengatakan, dalam ekonomi Islam, zakat sebenarnya merupakan instrumen yang berpotensi dapat mengatasi berbagai problem sosial dan kemiskinan. Dalam sejarah Islam, lanjutnya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mampu mengentaskan kemiskinan hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun dengan zakat. Bahkan pada saat itu, orang berlomba-lomba untuk membayar zakat.
"Sehingga jika zakat dapat diintegrasikan dengan pajak sebagai instrumen kebijakan fiskal, maka hal tersebut akan memperkuat dan mengokohkan perekonomian bangsa,” cetusnya.
Ugi lalu mencontohkan kebijakan pemerintah Malaysia yang mampu mengurangi kemiskinan dengan mengintegrasikan zakat dan pajak.
“Malaysia telah memberi bukti, integrasi zakat dengan pajak melalui kebijakan zakat pengurang pajak ternyata mampu meningkatkan pendapatan keduanya secara simultan. Jadi tidak perlu khawatir akan saling mengurangi,” terang dosen di Universitas Islam Internasional Malaysia ini.
Sementara itu, Ketua PPI Malaysia, Irfan Syauqi Beik menjelaskan, tidak kurang dari 10 persen mahasiswa Indonesia di Malaysia berada pada kondisi memprihatinkan. Menurutnya, para mahasiswa tersebut sebagian besar memiliki beban utang kepada kampusnya masing-masing. Hal itu karena sistem perkuliahan di Malaysia memungkinkan mahasiswa untuk menangguhkan pembayaran SPP, untuk kemudian dibayarkan pada saat akan lulus.
“Paling tidak, dengan zakat yang disalurkan ini akan meringankan beban mereka. Karena mereka termasuk kategori mustahik yang berhak mendapat zakat,” imbuhnya.
Berdasarkan data keimigrasian Malaysia, jumlah pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Petronas itu mencapai lebih kurang 14 ribu orang. Sebagian besar melakukan studi dengan pembiayaan sendiri karena minimnya donatur beasiswa untuk studi di Malaysia.
(rmd/fiq)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:54 WIB
Pasca Bentrok Warga dengan PTPN 2 di Deli Serdang, 1 Rumah Dibakar
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
