Puluhan Tahanan Kabur dari Penjara Nepal
Kamis, 14/08/2008 14:59 WIB
Foto: AFP
Kathmandu
Puluhan tahanan berhasil kabur dari penjara di Nepal selatan. Mereka yang melarikan diri termasuk lusinan yang terkait kelompok politik bersenjata dan komplotan kriminal.
Dalam insiden itu, seorang narapidana tewas tertembak polisi. Seorang perwira polisi juga terluka ketika para napi kabur pada Rabu, 13 Agustus malam waktu setempat di Distrik Siraha, sekitar 150 kilometer sebelah tenggara Kathmandu, ibukota Nepal.
Demikian disampaikan perwira polisi Kamal Katuwal seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/8/2008).
"Sekitar dua lusin terpidana yang terkait dengan berbagai kelompok politik dan kriminal bersenjata di Nepal selatan telah melarikan diri," kata Katuwal.
Mereka kabur dengan mengalahkan 15 petugas penjara. Tadinya ada 54 napi yang mencoba kabur. Namun lima di antaranya berhasil ditangkap kembali.
"Kami telah menangkap lima orang dari mereka. Sisanya masih berkeliaran dan kami telah mengintensifkan pencarian kami," tandas Katuwal.
Dalam 2 tahun sejak bekas gerilyawan pemberontak Nepal, Maoist dan partai-partai besar membuat perdamaian, wilayah Nepal selatan telah diwarnai berbagai kekerasan. Lebih dari 250 orang telah tewas dan ratusan lainnya diculik di wilayah itu.
Sekitar 30 kelompok politik bersenjata telah muncul untuk memperjuangkan perluasan otonomi bagi wilayah Terai di Nepal selatan yang berbatasan dengan India.
(ita/iy)
Dalam insiden itu, seorang narapidana tewas tertembak polisi. Seorang perwira polisi juga terluka ketika para napi kabur pada Rabu, 13 Agustus malam waktu setempat di Distrik Siraha, sekitar 150 kilometer sebelah tenggara Kathmandu, ibukota Nepal.
Demikian disampaikan perwira polisi Kamal Katuwal seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (14/8/2008).
"Sekitar dua lusin terpidana yang terkait dengan berbagai kelompok politik dan kriminal bersenjata di Nepal selatan telah melarikan diri," kata Katuwal.
Mereka kabur dengan mengalahkan 15 petugas penjara. Tadinya ada 54 napi yang mencoba kabur. Namun lima di antaranya berhasil ditangkap kembali.
"Kami telah menangkap lima orang dari mereka. Sisanya masih berkeliaran dan kami telah mengintensifkan pencarian kami," tandas Katuwal.
Dalam 2 tahun sejak bekas gerilyawan pemberontak Nepal, Maoist dan partai-partai besar membuat perdamaian, wilayah Nepal selatan telah diwarnai berbagai kekerasan. Lebih dari 250 orang telah tewas dan ratusan lainnya diculik di wilayah itu.
Sekitar 30 kelompok politik bersenjata telah muncul untuk memperjuangkan perluasan otonomi bagi wilayah Terai di Nepal selatan yang berbatasan dengan India.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:05 WIB
Raut Muka Datar Keluarga Usai Melihat Jasad Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
