Jubir Juga Mengaku Dianiaya Anggota Poltabes Pekanbaru
Rabu, 13/08/2008 15:16 WIB
Pekanbaru
Selain Musyuliadi, Poltabes Pekanbaru juga melakukan kekerasan terhadap Jubir, saksi lain dalam kasus pencurian di PT Tirta Sumber Mekar Sari (TSMS). Jubir bahkan mengaku dirinya disetrum.
Ahmad Jubir (26) , warga Jl Adi Sucipto, Panam, Pekanbaru, kepada detikcom, Rabu (13/08/2008), menjelaskan dirinya juga bekerja sebagai Satpam di PT Tirta Sumber Mekar Sari (TSMS) distributor air mineral Aqua di Pekanbaru.
Dia dijemput paksa 4 polisi berpakaian preman dari rumahnya tengah malam 1 Juli lalu. Petugas juga ingin meminta keterangan soal pencurian di tempatnya bekerja.
Seperti Mus, sesampainya di Mapoltabes Pekanbaru Jubir juga dipaksa mengaku terlibat kasus pencurian tersebut. Namun karena tidak merasa berbuat, pria lajang ini pun menolak tudingan polisi. Tapi buntutnya, Jubir malah menjadi bulan-bulanan polisi yang melakukan pemeriksaan.
"Saat disiksa, saya tidak bisa berbuat banyak. Saya pun tak tahu berapa orang yang melakukan penganiyaan, karena matanya ditutup dengan lakban. Mulut juga tidak bisa berteriak karena juga ditutup," cerita Jubir pada detikcom.
Kondisi itu dialami Jubir selama hampir 7 jam. Akibatnya, sekujur tubuh Jabir penuh lebam-lebam bekas penganiyaan.
"Saya tidak tahu lagi apa yang dilakukan polisian terhadap saya. Karena sakitnya, penganiyaan yang mereka lakukan malamnya itu sudah tidak dapat saya rasakan lagi. Saya hanya terkulai lemas. Tapi tak lama kemudian saya disetrum," kata Jubir.
"Setelah polisi puas, saya dibebaskan karena tidak cukup terbukti. Sampai sekarang saya masih trauma," kata Jubir. (cha/djo)
Ahmad Jubir (26) , warga Jl Adi Sucipto, Panam, Pekanbaru, kepada detikcom, Rabu (13/08/2008), menjelaskan dirinya juga bekerja sebagai Satpam di PT Tirta Sumber Mekar Sari (TSMS) distributor air mineral Aqua di Pekanbaru.
Dia dijemput paksa 4 polisi berpakaian preman dari rumahnya tengah malam 1 Juli lalu. Petugas juga ingin meminta keterangan soal pencurian di tempatnya bekerja.
Seperti Mus, sesampainya di Mapoltabes Pekanbaru Jubir juga dipaksa mengaku terlibat kasus pencurian tersebut. Namun karena tidak merasa berbuat, pria lajang ini pun menolak tudingan polisi. Tapi buntutnya, Jubir malah menjadi bulan-bulanan polisi yang melakukan pemeriksaan.
"Saat disiksa, saya tidak bisa berbuat banyak. Saya pun tak tahu berapa orang yang melakukan penganiyaan, karena matanya ditutup dengan lakban. Mulut juga tidak bisa berteriak karena juga ditutup," cerita Jubir pada detikcom.
Kondisi itu dialami Jubir selama hampir 7 jam. Akibatnya, sekujur tubuh Jabir penuh lebam-lebam bekas penganiyaan.
"Saya tidak tahu lagi apa yang dilakukan polisian terhadap saya. Karena sakitnya, penganiyaan yang mereka lakukan malamnya itu sudah tidak dapat saya rasakan lagi. Saya hanya terkulai lemas. Tapi tak lama kemudian saya disetrum," kata Jubir.
"Setelah polisi puas, saya dibebaskan karena tidak cukup terbukti. Sampai sekarang saya masih trauma," kata Jubir. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 12:03 WIB
Paranoid, Pecandu Sabu Tembak Anggota TNI di Kebon Jeruk
-
Selasa, 22/05/2012 12:00 WIB
Diusulkan Jadi Capres 2014, Ibu Ani: Tak Tepat Waktunya Tanya Itu
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 11:55 WIB
Priyo: Denny Harus Hormati Yusril Sebagai Advokat Profesional
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:02 WIB
Psikolog: Jangan Lama-lama Melihat Jenazah Korban Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
