Sebuah Jalan Bernama Supriyadi
Rabu, 13/08/2008 10:50 WIB
(Foto: Shohib Masykur/detikcom)
Jakarta
Papan nama jalan di daerah Utan Kayu Utara, Jakarta Timur itu tak biasa. Tidak bercat hijau seperti papan nama jalan lainnya. Tapi yang membuat banyak orang tertarik melihatnya, papan jalan itu bertuliskan 'Supriyadi'.
Sekitar 200 meter arah selatan dari Jalan Pramuka Raya, jalan kecil itu berada. Nama Supriyadi mengingatkan pada sebuah nama tokoh dan pahlawan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar. Tapi, mengapa jalan bernama pahlawan relatif sempit? Lagi pula papan nama jalannya juga tidak elit.
Agak mengherankan. Karena di sekitar jalan itu, tidak ada nama jalan nama tokoh atau pahlawan. Di sekitar kawasan itu, jalan-jalan itu bernama buah-buahan, seperti Jl Rambutan, Jl. Mangga, Jl. Kemuning, dan lain-lain.
Apakah Supriyadi yang dijadikan nama jalan ini merujuk pada tokoh PETA yang kini sedang heboh, karena seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu mengaku sebagai Supriyadi? Ternyata, setelah ditelusuri, dugaan itu salah.
Jalan itu sama sekali tidak terkait dengan sang pahlawan yang hilang misterius sejak 63 tahun lalu itu. Jalan itu diberi nama Supriyadi karena dulu di kawasan itu tinggal seorang tokoh masyarakat yang dihormati bernama Supriyadi. Dia, juragan becak.
"Dulu ada seorang tokoh masyarakat yang dihormati. Namanya Supriyadi. Makanya orang-orang sepakat memberi nama jalan itu Supriyadi," terang Ketua RT setempat Askodar saat ditemui detikcom, Selasa (12/8/2008) kemarin.
Jalan itu sendiri dibangun pada tahun 1975 sebagai bagian dari proyek Muhammad Husni Thamrin (MHT) yang mulai dicanangkan sejak 1969 oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Sebelum menjadi sebuah jalan berukuran lebar 4 meter dengan panjang 100 meter seperti sekarang ini, dulunya jalan itu hanyalah sebuah jalan setapak.
"Baru setelah ada proyek MHT Ali Sadikin jalannya dibangun jadi begini," jelas Askodar.
Saat ini Supriyadi sudah meninggal. Rumah yang dulu ditinggalinya telah dijual kepada orang lain. Anak-anaknya tinggal memencar tanpa ketahuan jelas rimbanya. Meski namanya tetap dikenang, namun agaknya tidak demikian dengan orangnya. Terbukti orang-orang muda daerah itu tidak mengetahui kisah Supriyadi.
Tono, misalnya. Lelaki berumur 30 tahun ini mengaku tidak tahu mengapa jalan itu dinamakan Jl. Supriyadi. "Wah tidak tahu mas. Pokoknya dari saya lahir namanya sudah Jl. Supriyadi," kata dia. (sho/asy)
Sekitar 200 meter arah selatan dari Jalan Pramuka Raya, jalan kecil itu berada. Nama Supriyadi mengingatkan pada sebuah nama tokoh dan pahlawan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar. Tapi, mengapa jalan bernama pahlawan relatif sempit? Lagi pula papan nama jalannya juga tidak elit.
Agak mengherankan. Karena di sekitar jalan itu, tidak ada nama jalan nama tokoh atau pahlawan. Di sekitar kawasan itu, jalan-jalan itu bernama buah-buahan, seperti Jl Rambutan, Jl. Mangga, Jl. Kemuning, dan lain-lain.
Apakah Supriyadi yang dijadikan nama jalan ini merujuk pada tokoh PETA yang kini sedang heboh, karena seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu mengaku sebagai Supriyadi? Ternyata, setelah ditelusuri, dugaan itu salah.
Jalan itu sama sekali tidak terkait dengan sang pahlawan yang hilang misterius sejak 63 tahun lalu itu. Jalan itu diberi nama Supriyadi karena dulu di kawasan itu tinggal seorang tokoh masyarakat yang dihormati bernama Supriyadi. Dia, juragan becak.
"Dulu ada seorang tokoh masyarakat yang dihormati. Namanya Supriyadi. Makanya orang-orang sepakat memberi nama jalan itu Supriyadi," terang Ketua RT setempat Askodar saat ditemui detikcom, Selasa (12/8/2008) kemarin.
Jalan itu sendiri dibangun pada tahun 1975 sebagai bagian dari proyek Muhammad Husni Thamrin (MHT) yang mulai dicanangkan sejak 1969 oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Sebelum menjadi sebuah jalan berukuran lebar 4 meter dengan panjang 100 meter seperti sekarang ini, dulunya jalan itu hanyalah sebuah jalan setapak.
"Baru setelah ada proyek MHT Ali Sadikin jalannya dibangun jadi begini," jelas Askodar.
Saat ini Supriyadi sudah meninggal. Rumah yang dulu ditinggalinya telah dijual kepada orang lain. Anak-anaknya tinggal memencar tanpa ketahuan jelas rimbanya. Meski namanya tetap dikenang, namun agaknya tidak demikian dengan orangnya. Terbukti orang-orang muda daerah itu tidak mengetahui kisah Supriyadi.
Tono, misalnya. Lelaki berumur 30 tahun ini mengaku tidak tahu mengapa jalan itu dinamakan Jl. Supriyadi. "Wah tidak tahu mas. Pokoknya dari saya lahir namanya sudah Jl. Supriyadi," kata dia. (sho/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:57 WIB
Nurhayati Jabat Ketua FPD, Pasek Gantikan Benny Jadi Ketua Komisi III ?
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 11:55 WIB
Priyo: Denny Harus Hormati Yusril Sebagai Advokat Profesional
-
Selasa, 22/05/2012 11:40 WIB
'Dicoret' Golkar, JK Siap Maju Jadi Capres Lewat Partai Lain
-
Selasa, 22/05/2012 11:30 WIB
Wanita Penerima Paket Ganja dari Belanda Dibekuk
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Priyo: Polri Harus Bertindak Tegas Terhadap Kelompok Pengancam
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 471.000
- Rp 2,790.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
