detikcom

Adik Supriyadi: Mas Pri Dieksekusi Jepang, Tak Mungkin Lari foto

Ken Yunita - detikNews
Selasa, 12/08/2008 18:21 WIB
Monumen Peta di Blitar (detikcom)
Jakarta Pengakuan Andaryoko Wisnu Prabu bahwa dirinya adalah Supriyadi mengagetkan banyak pihak. Adik tiri Supriyadi, Ki Oetomo Darmadi, bahkan heran pengakuan itu menjadi heboh.

"Itu kok bisa jadi berita besar itu gimana? Wong Mas Pri (Supriyadi) itu sudah ikut dieksekusi Jepang," kata Oetomo kepada detikcom, Selasa (12/8/2008).

Namun, Oetomo tidak pernah mengetahui pasti, kakaknya itu tewas. Dia tak punya bukti. Dia hanya mendengar dari seorang rekan Supriyadi, sesama pejuang Peta bahwa kakaknya sudah meninggal dunia.

"Yang nangkapin itu kan kawan-kawannya sendiri. Lalu salah satu kawannya Mayor Jenderal Slamet cerita sama saya," katanya.

Menurut Oetomo, orang yang mengaku-ngaku sebagai Supriyadi sudah terjadi puluhan kali. "Sejak Pak Try (Try Sutrisno) jadi wapres, sudah banyak yang mengaku-ngaku. Di mana-mana ada, di Yogya juga ada, jadi saya juga tidak percaya," kata Oetomo.

Menurut Oetomo, pemberontakan PETA 15 Februari 1945 mengalami kebocoran. Karena itu, Supriyadi dan teman-temannya ditangkapi oleh Jepang. Dan saat itu juga, Mas Pri, kata Oetomo, ditangkap.

"Nggak mungkin Mas Pri melarikan diri, masak teman-temannya ditangkap dia lari. Itu nggak mungkin," kata Oetomo yang mengaku memiliki hubungan darah sebapak lain ibu dengan Supriyadi ini.

Setelah peristiwa itu, tak cuma Supriyadi yang menjadi target Jepang. Seluruh keluarga, termasuk Oetomo pun diasingkan.

"Bapak ditahan sendiri, sementara ibu, saya dan adik-adik ditahan di sebuah rumah di Kediri," ujar Oetomo. Ayah Oetomo adalah Darmadi, mantan Bupati Blitar.
(ken/asy)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel