Kalau Ingin Jera Tembak Saja di Monas
Jumat, 08/08/2008 18:36 WIB
Jakarta
Hukuman mati masih berlaku di Indonesia. Alasannya, selain aspek keadilan agar para pelaku kejahatan menjadi jera. Tapi hal itu dinilai sebagai perbuatan sia-sia.
"Selama ini hukuman mati itu ngawur. Setiap orang yang dihukum mati disembunyikan, kenapa harus di Nusakambangan dan tidak boleh seorang pun melihat. Kalau ingin efek jera, kita tembak di lapangan Monas saja," kata bakal Capres dari jalur independen Fadjroel Rachman di sela-sela diskusi di YLBHI, Jl Diponegor, Jakarta, Jumat (8/8/2008).
Mantan aktivis 89 ini menuturkan sejatinya Indonesia telah menandatangani Konvenan Internasional Sipil dan Politik tahun 2005, namun tetap saja melakukan tata pelaksanaan hukuman mati bagi terpidanya.
Hal tersebut menurut Fadjroel merupakan ketidakpahaman Presiden SBY terhadap konsep HAM sebagai penandatangannya. "Dia (SBY) sudah lupa dia yang menandatanginya 28 oktober tahun 2005. Dia tidak pernah paham konsep HAM dan tidak pernah paham konsep demokrasi," imbuhnya.
Dan jika Indonesia sudah tidak mengindahkan konvenan yang berisi pelarangan hukuman mati tersebut, sebaiknya Indonesia mencabutnya. "Kalau begitu persoalannya, seharusnya dicabut dong. Katakan Indonesia sudah tidak patuh lagi. Jadi aneh kalau dia (SBY) yang menandatangani, dia juga yang menghianatinya," tandasnya. (lrn/ndr)
"Selama ini hukuman mati itu ngawur. Setiap orang yang dihukum mati disembunyikan, kenapa harus di Nusakambangan dan tidak boleh seorang pun melihat. Kalau ingin efek jera, kita tembak di lapangan Monas saja," kata bakal Capres dari jalur independen Fadjroel Rachman di sela-sela diskusi di YLBHI, Jl Diponegor, Jakarta, Jumat (8/8/2008).
Mantan aktivis 89 ini menuturkan sejatinya Indonesia telah menandatangani Konvenan Internasional Sipil dan Politik tahun 2005, namun tetap saja melakukan tata pelaksanaan hukuman mati bagi terpidanya.
Hal tersebut menurut Fadjroel merupakan ketidakpahaman Presiden SBY terhadap konsep HAM sebagai penandatangannya. "Dia (SBY) sudah lupa dia yang menandatanginya 28 oktober tahun 2005. Dia tidak pernah paham konsep HAM dan tidak pernah paham konsep demokrasi," imbuhnya.
Dan jika Indonesia sudah tidak mengindahkan konvenan yang berisi pelarangan hukuman mati tersebut, sebaiknya Indonesia mencabutnya. "Kalau begitu persoalannya, seharusnya dicabut dong. Katakan Indonesia sudah tidak patuh lagi. Jadi aneh kalau dia (SBY) yang menandatangani, dia juga yang menghianatinya," tandasnya. (lrn/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
