Kasus Korupsi Kredit, Eks Dirut BNI 46 Diperiksa Kejagung
Kamis, 07/08/2008 17:27 WIB
Jakarta
Eks Direktur Utama BNI 46 Saefuddin Hasan dan 4 mantan pejabat lainnya diperiksa di Kejagung. Mereka diduga terkait kasus dugaan korupsi pembelian dan pemberian kredit BNI 46 kepada PT Industri Baja Garuda (IBG) di Sumatera Utara.
Saefuddin dan mantan Direktur Internasional BNI 46 Rachmat Wiriatmaja, serta mantan Direktur Korporasi BNI 46 Suryo Sutanto diperiksa sebagai saksi.
Sedangkan mantan Relationship Manager Divisi Korporasi Garna Komarudin dan mantan Pemimpin Divisi Investasi dan Jasa Keuangan BNI 46 Djarot Ramelan Suseno diperiksa sebagai tersangka.
Hal ini disampaikan Kapuspenkum Kejagung BD Nainggolan dalam siaran pers yang diterima wartawan di Gedung Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2008).
Kasus ini berawal dari BNI membeli aset kredit PT IGB di BPPN sebesar Rp 104 miliar melalui PT Batera Tjipta Sakti antara bulan Juli hingga Oktober tahun 2002.
Namun, para tersangka kemudian memberikan kredit tersebut kepada debitur lama yakni PT IGB. Untuk kepentingan pengambilalihan aset kredit IGB, BNI 46 juga mengucurkan biaya lain-lain sebesar Rp 23 miliar.
PT IGB juga mengajukan kredit modal kerja sebesar Rp 50 miliar untuk restrukturisasi. Yang kemudian diketahui menyimpang dan menimbulkan kredit macet. Kerugian negara atas kasus ini diduga mencapai Rp 295,063 miliar. (aan/iy)
Saefuddin dan mantan Direktur Internasional BNI 46 Rachmat Wiriatmaja, serta mantan Direktur Korporasi BNI 46 Suryo Sutanto diperiksa sebagai saksi.
Sedangkan mantan Relationship Manager Divisi Korporasi Garna Komarudin dan mantan Pemimpin Divisi Investasi dan Jasa Keuangan BNI 46 Djarot Ramelan Suseno diperiksa sebagai tersangka.
Hal ini disampaikan Kapuspenkum Kejagung BD Nainggolan dalam siaran pers yang diterima wartawan di Gedung Kejagung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2008).
Kasus ini berawal dari BNI membeli aset kredit PT IGB di BPPN sebesar Rp 104 miliar melalui PT Batera Tjipta Sakti antara bulan Juli hingga Oktober tahun 2002.
Namun, para tersangka kemudian memberikan kredit tersebut kepada debitur lama yakni PT IGB. Untuk kepentingan pengambilalihan aset kredit IGB, BNI 46 juga mengucurkan biaya lain-lain sebesar Rp 23 miliar.
PT IGB juga mengajukan kredit modal kerja sebesar Rp 50 miliar untuk restrukturisasi. Yang kemudian diketahui menyimpang dan menimbulkan kredit macet. Kerugian negara atas kasus ini diduga mencapai Rp 295,063 miliar. (aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:56 WIB
BK DPR Selidiki Dugaan Kasus Asusila Ketua Fraksi Hanura
-
Selasa, 22/05/2012 11:55 WIB
Priyo: Denny Harus Hormati Yusril Sebagai Advokat Profesional
-
Selasa, 22/05/2012 11:40 WIB
'Dicoret' Golkar, JK Siap Maju Jadi Capres Lewat Partai Lain
-
Selasa, 22/05/2012 11:30 WIB
Wanita Penerima Paket Ganja dari Belanda Dibekuk
-
Selasa, 22/05/2012 11:29 WIB
Kapolri Apresiasi Tim Identifikasi Korban Sukhoi yang Kerja Lembur
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Priyo: Polri Harus Bertindak Tegas Terhadap Kelompok Pengancam
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
