detikcom

KPK Ikut Rapat RAPBN

Kalau Mau Cari Popularitas, Antasari Jadi Capres Saja

Iif Rahmat Fauzi - detikNews
Rabu, 06/08/2008 18:03 WIB
(Foto: Dok detikcom)
Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dituding mencari popularitas karena meminta ikut rapat Rancangan Anggaran dan Belanja Negara (RAPBN). Jika popularitas yang dicari, Ketua KPK Antasari Azhar lebih baik maju menjadi calon presiden (capres).

"Mungkin juga untuk mencari popularitas. Kalau begini saya bisa bilang Antasari jadi capres aja deh..." ujar anggota Komisi VII Ade Daud Nasution ketika ditanya wartawan akan adanya kemungkinan KPK mencari popularitas dengan mengikuti rapat RAPBN.

Ade Daud menyampaikan hal itu dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/8/2008).

Kendati menganggap ada unsur mencari popularitas, namun Ade mendukung keputusan Ketua DPR Agung Laksono yang mengizinkan KPK ikut dalam rapat RAPBN itu.

"Saya pikir dalam sidang terbuka boleh-boleh saja. Tapi tentu dalam hal investigasi. Yang penting jangan sampai KPK malah menjadi lembaga yudikatif, legislatif atau eksekutif," tukas anggota dari Fraksi Bintang Reformasi ini.

Menurut Ade, sebenarnya tidak ada masalah jika KPK berniat untuk melakukan monitoring yang merupakan tugas dan wewenang KPK. Karena monitoring itu adalah tuntutan rakyat.

"KPK adalah produk rakyat. Produknya rakyat itu produk reformasi. Produknya mahasiswa, bukan produk Antasari. Dan yang pasti adanya KPK, orang menjadi takut untuk korupsi," tandas dia. (nwk/fiq)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel