Capres PhD
M Qodari: Capres Cukup Mampu Baca & Tulis
Selasa, 05/08/2008 10:26 WIB
Jakarta
Wacana calon presiden (capres) bertitel PhD yang dilontarkan PKS menuai kontroversi. Gelar PhD dinilai tidak ada kolerasi dengan kemampuan capres memimpin suatu negara. Capres cukup bisa membaca dan menulis.
"Capres, saya kira cukup mampu membaca dan menulis. Kalau dipatok dengan pendidikan, SMA lebih realistis. Gelar PhD itu kan gelar akademik, bukan gelar kepemimpinan," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Selasa ( 5/8/2008).
Qodari mengatakan, titel PhD juga tidak menjamin kepopuleran seorang capres. "Capres PhD yang tidak dikenal masyarakat akan kalah populer dengan capres yang hanya lulusan SMA yang dikenal masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, seorang pemilih menyukai capres bukan karena gelar semata. Tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain kesamaan suku, agama, dekat dengan rakyat, berwawasan luas, tegas, mampu mengambil keputusan, serta mampu mengatasi masalah bangsa di bidang ekonomi, hukum, politik dan sebagainya.
"Jadi harus hati-hati karena tingginya pendidikan tidak menjamin seseorang mempunyai kemampuan memimpin. Saya kenal dengan banyak orang yang bergelar SI tetapi kemampuan memimpin organisasi lebih baik dengan orang yang bergelar S3. Orang yang berpendidikan SMA juga lebih punya wawasan yang luas ketimbang orang yang bergelar S3 sekalipun," papar Qodari.
Apa ini upaya menjegal Mega yang hanya tamatan SMA? "Nggak usah ditanggapi itu. Sesuai UU Pilpres, lebih baik parpol yang mengajukan capres bicara yang substansial, soal koalisi, kontrak politik, kampanye. Ini menunjukkan kedewasaan berpolitik juga," sahut Qodari. (aan/djo)
"Capres, saya kira cukup mampu membaca dan menulis. Kalau dipatok dengan pendidikan, SMA lebih realistis. Gelar PhD itu kan gelar akademik, bukan gelar kepemimpinan," kata Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Selasa ( 5/8/2008).
Qodari mengatakan, titel PhD juga tidak menjamin kepopuleran seorang capres. "Capres PhD yang tidak dikenal masyarakat akan kalah populer dengan capres yang hanya lulusan SMA yang dikenal masyarakat," ujarnya.
Menurut dia, seorang pemilih menyukai capres bukan karena gelar semata. Tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain kesamaan suku, agama, dekat dengan rakyat, berwawasan luas, tegas, mampu mengambil keputusan, serta mampu mengatasi masalah bangsa di bidang ekonomi, hukum, politik dan sebagainya.
"Jadi harus hati-hati karena tingginya pendidikan tidak menjamin seseorang mempunyai kemampuan memimpin. Saya kenal dengan banyak orang yang bergelar SI tetapi kemampuan memimpin organisasi lebih baik dengan orang yang bergelar S3. Orang yang berpendidikan SMA juga lebih punya wawasan yang luas ketimbang orang yang bergelar S3 sekalipun," papar Qodari.
Apa ini upaya menjegal Mega yang hanya tamatan SMA? "Nggak usah ditanggapi itu. Sesuai UU Pilpres, lebih baik parpol yang mengajukan capres bicara yang substansial, soal koalisi, kontrak politik, kampanye. Ini menunjukkan kedewasaan berpolitik juga," sahut Qodari. (aan/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 22/05/2012 11:30 WIB
Wanita Penerima Paket Ganja dari Belanda Dibekuk
-
Selasa, 22/05/2012 11:29 WIB
Kapolri Apresiasi Tim Identifikasi Korban Sukhoi yang Kerja Lembur
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Kasus Hambalang, KPK Cekal Direktur Dutasari Citralaras Mahfud Suroso
-
Selasa, 22/05/2012 11:24 WIB
Ini Cara Menggulingkan Kepala Daerah yang Telah Divonis Tetap
-
Selasa, 22/05/2012 11:22 WIB
Buron KPK Anggoro Diduga Kuat Berada di China
-
Selasa, 22/05/2012 10:12 WIB
Ini Proses Melihat Jenazah Korban Sukhoi Bagi Keluarga
-
Selasa, 22/05/2012 10:23 WIB
Tak Mampu Penuhi Hasrat Seksual Suami, Wanita Singapura Minta Cerai
-
Selasa, 22/05/2012 10:30 WIB
Adik Korban Sukhoi: Butuh Waktu untuk Nge-judge Why This Is Happen
-
Selasa, 22/05/2012 10:50 WIB
Priyo: Polri Harus Bertindak Tegas Terhadap Kelompok Pengancam
-
671 Komentar
-
446 Komentar
-
348 Komentar
-
304 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,790.000
- Rp 471.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
