Indra J Piliang Jadi Caleg
Selasa, 05/08/2008 09:44 WIB
Jakarta
Pada undangan bernuansa biru yang dikirim melalui surat elektronik itu, ada potret pengamat politik dan peneliti CSIS Indra Jaya Piliang. Itu bukan undangan seminar biasa, namun pengumuman resmi perubahan status Indra, dari pengamat menjadi pelaku politik praktis.
"Saya akan jadi caleg dari daerah saya di Sumatera Barat II. Saya merasa sudah saatnya pulang, dan menjadi politisi untuk membantu mengatasi masalah yang ada di daerah pemilihan saya, di Pariaman, di Bukit Tinggi," kata Indra saat berbincang dengan detikcom, Selasa (5/8/2008).
Indra bercerita tentang kondisi sekarang yang berbeda dari zaman Orde Baru dulu. Saat ini, kata dia, semua orang sudah bisa jadi pengamat. Tidak pandang usia, pendidikan, atau latar belakang.
Padahal, bukan hanya pengamat yang dibutuhkan negeri ini, namun justru pelaku. Indra menilai sumber daya manusia politisi itu terbatas dan sebagian besar tidak berasal dari pendidikan politik yang cukup.
"Ini sinyal untuk para peneliti dan intelektual dan para aktivis. Kita dong sekarang yang harus menjadi aktornya. Itu harus digerakkan. Apakah jauh lebih baik jika artis yang menjadi politisi, atau intelektual, coba? Ini kan pilihan yang harus diberikan kepada publik," urainya.
Apalagi, lanjut Indra, masyarakat semakin skeptis dan apatis dengan politik Indonesia. Kondisi ini menurutnya sangat mencemaskan dan membahayakan.
Siapa yang akan mengusung Anda menjadi calon wakil rakyat? "Biar surprise, hari Rabu saja kita umumkan. Ya nanti pasti tahulah. Yang jelas, saya sudah terdaftar sebagai caleg," ujarnya jenaka.
(fiq/iy)
"Saya akan jadi caleg dari daerah saya di Sumatera Barat II. Saya merasa sudah saatnya pulang, dan menjadi politisi untuk membantu mengatasi masalah yang ada di daerah pemilihan saya, di Pariaman, di Bukit Tinggi," kata Indra saat berbincang dengan detikcom, Selasa (5/8/2008).
Indra bercerita tentang kondisi sekarang yang berbeda dari zaman Orde Baru dulu. Saat ini, kata dia, semua orang sudah bisa jadi pengamat. Tidak pandang usia, pendidikan, atau latar belakang.
Padahal, bukan hanya pengamat yang dibutuhkan negeri ini, namun justru pelaku. Indra menilai sumber daya manusia politisi itu terbatas dan sebagian besar tidak berasal dari pendidikan politik yang cukup.
"Ini sinyal untuk para peneliti dan intelektual dan para aktivis. Kita dong sekarang yang harus menjadi aktornya. Itu harus digerakkan. Apakah jauh lebih baik jika artis yang menjadi politisi, atau intelektual, coba? Ini kan pilihan yang harus diberikan kepada publik," urainya.
Apalagi, lanjut Indra, masyarakat semakin skeptis dan apatis dengan politik Indonesia. Kondisi ini menurutnya sangat mencemaskan dan membahayakan.
Siapa yang akan mengusung Anda menjadi calon wakil rakyat? "Biar surprise, hari Rabu saja kita umumkan. Ya nanti pasti tahulah. Yang jelas, saya sudah terdaftar sebagai caleg," ujarnya jenaka.
(fiq/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Selasa, 22/05/2012 17:37 WIB
Reisa Kartika, Putri Lingkungan yang Ikut Identifikasi Korban Sukhoi
-
Selasa, 15/05/2012 17:05 WIB
Andre Siregar Sang Penerjemah Presiden
-
Senin, 14/05/2012 16:16 WIB
Ahmad Dhani dan Peluang Jadi Politikus
-
Kamis, 10/05/2012 21:06 WIB
Ninasapti Partowidagdo Jalankan Wasiat Hidup Hemat Sang Suami
-
Selasa, 08/05/2012 08:36 WIB
Deddy Herlambang dan Aksi Komunitasnya Merawat Lokomotif Kuno
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
