Politisi Vs Selebriti (2)
Tujuannya Hanya Agar Populer
Senin, 04/08/2008 12:00 WIB
Ade Daud N & Yusril Ihza M
Jakarta
Demam selebriti yang merambah ranah politik memang sedang terjadi. Tapi rupanya politisi juga tidak mau ketinggalan, seolah membalas, mereka pun mulai merambah dunia selebriti.
Sebut saja Yusril Ihza Mahendra dan Saefullah Yusuf yang berperan dalam film "Laksamana Cheng Ho," serta Ketua DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Ade Daud yang membuat film "Bola itu Bundar".
Yusril dan Saefullah merupakan bekas anak buah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabinet Indonesia Bersatu. Setelah di-reshuffle SBY tahun lalu, keduanya kemudian main bareng di film Laksamana Cheng Ho.
Dalam pembuatan film tersebut, Yusril, politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB), punya andil besar dalam ide maupun penggarapan film tersebut.
Film kolosal Laksamana Cheng Ho yang dibuat dengan biaya sekitar Rp 27 miliar atau sekitar US$ 3 juta itu disutradarai oleh Nirattisai Kaljareuk, sutradara asal Thailand. Film yang didukung oleh 6.000 aktris dan aktor enam negara tersebut adalah hasil produksi kerjasama Kantana Group Public Company Limited (perusahaan film Thailand) dengan Jupiter Company Global Film Limited dari Indonesia.
Menurut Yusril, film yang berdurasi 48 menit ini bisa menjadi tontonan menarik karena sosok Laksamana Cheng Ho yang dimainkannya adalah simbol pemersatu bangsa-bangsa di Asia Tenggara pada abad ke-12. “Banyak bumbu-bumbunya, tetapi mudah-mudahan pesan-pesan dari peristiwa sejarah itu tidak hilang, “ ujar Yusril kepada detikcom.
Adapun film 'Bola itu Bundar' yang digarap Ade Daud Nasution merupakan film komedi yang menceritakan kisah perjuangan dan kepicikan dalam dunia sepakbola dan kehidupan nyata. Film komedi besutan sutradara Mirwan Suwarso juga diperankan oleh pemain Hollywood Louis Mandilor dan pemain bola dunia dari Chealsea Frank Leboeuf.
Ade menjelaskan, ia ikut terjun memproduseri dan bermain dalam film itu untuk menunjukan kalau politisi tidak hanya punya gagasan di dunia politik. Dalam urusan seni, kata Ade, politisi juga bisa menuangkan ide kreatif. Politisi yang juga pengusaha hotel ini kemudian menambahkan, dunia seni sangat universal sehingga siapapun bisa berekspresi di dalamnya, termasuk politisi.
Lebih jauh Ade menuturkan, ia terjun ke dunia film merupakan dorongan untuk mengembangkan dunia perfilman. Sehingga film bisa menjadi pesan mendidik bagi masyarakat. Sebab selama ini, Ade berpandangan, banyak film atau sinetron di Indonesia yang hanya mengedepankan sisi hiburannya dibanding pendidikan yang bisa mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat.
"Film sebagai salah satu bentuk media untuk mempopulerkan eksistensi diri. Saya berharap ini juga bisa menambah atau memperbaiki kualitas film nasional kita agar lebih bermutu,“ kata Ade.
Menurut Ade, untuk penggarapan film tersebut 80 % dilakukan di Bali dan sisanya di Hollywood. Film yang menghabiskan dana sekitar US$ 2 juta itu, memang sengaja melibatkan pemain bola dunia dan aktor Hollywood. Tujuannya agar film itu bisa menambah warna baru bagi perfilman di Indonesia.
Tapi yang jelas, kata Ade Daud yang saat ditemui detikcom mengenakan kaos putih dan celana jeans biru, dirinya sangat menikmati kegiatan barunya ini. Mantan politisi PAN ini juga beralasan, aktivitas barunya ini juga sebagai sarana menenangkan diri dari sorotan publik yang menempatkan DPR sebagai sarang koruptor.
Namun ketika ditanya apakah ia akan memilih film atau politik, Ade mengatakan kalau dirinya tetap memilih menjadi politisi dibanding artis. “ Nanti siapa yang berani vokal meneriakkan korupsi di DPR kalau saya tidak menjadi politisi?“ kata Ade sambil tertawa.
Terjunnya para politisi ke dunia film memang punya beragam alasan. Tapi yang jelas unsur popularitas menjadi pilihan utama. Sebab pada gilirannya mereka akan maju ke gelanggang politik yang membutuhkan dukungan suara rakyat. Tidak heran jika beberapa politisi mengiklankan wajahnya di televisi supaya dikenal.
Apakah Saefullah Yusuf, Yusril Ihza Mahendra dan Ade Daud Nasution, sengaja terjun ke film supaya bisa lebih dikenal publik? Sejauh ini mereka menolak dikatakan demikian.
Tapi yang pasti, saat ini Saefullah Yusuf sedang berjuang di putaran ke dua di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sedangkan Yusril berencana untuk maju di Pilpres 2009. Adapun Ade Daud Nasution ingin tetap berada di Senayan sebagai anggota DPR dalam Pemilu 2009. (ron/ddg)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Sebut saja Yusril Ihza Mahendra dan Saefullah Yusuf yang berperan dalam film "Laksamana Cheng Ho," serta Ketua DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) Ade Daud yang membuat film "Bola itu Bundar".
Yusril dan Saefullah merupakan bekas anak buah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kabinet Indonesia Bersatu. Setelah di-reshuffle SBY tahun lalu, keduanya kemudian main bareng di film Laksamana Cheng Ho.
Dalam pembuatan film tersebut, Yusril, politisi dari Partai Bulan Bintang (PBB), punya andil besar dalam ide maupun penggarapan film tersebut.
Film kolosal Laksamana Cheng Ho yang dibuat dengan biaya sekitar Rp 27 miliar atau sekitar US$ 3 juta itu disutradarai oleh Nirattisai Kaljareuk, sutradara asal Thailand. Film yang didukung oleh 6.000 aktris dan aktor enam negara tersebut adalah hasil produksi kerjasama Kantana Group Public Company Limited (perusahaan film Thailand) dengan Jupiter Company Global Film Limited dari Indonesia.
Menurut Yusril, film yang berdurasi 48 menit ini bisa menjadi tontonan menarik karena sosok Laksamana Cheng Ho yang dimainkannya adalah simbol pemersatu bangsa-bangsa di Asia Tenggara pada abad ke-12. “Banyak bumbu-bumbunya, tetapi mudah-mudahan pesan-pesan dari peristiwa sejarah itu tidak hilang, “ ujar Yusril kepada detikcom.
Adapun film 'Bola itu Bundar' yang digarap Ade Daud Nasution merupakan film komedi yang menceritakan kisah perjuangan dan kepicikan dalam dunia sepakbola dan kehidupan nyata. Film komedi besutan sutradara Mirwan Suwarso juga diperankan oleh pemain Hollywood Louis Mandilor dan pemain bola dunia dari Chealsea Frank Leboeuf.
Ade menjelaskan, ia ikut terjun memproduseri dan bermain dalam film itu untuk menunjukan kalau politisi tidak hanya punya gagasan di dunia politik. Dalam urusan seni, kata Ade, politisi juga bisa menuangkan ide kreatif. Politisi yang juga pengusaha hotel ini kemudian menambahkan, dunia seni sangat universal sehingga siapapun bisa berekspresi di dalamnya, termasuk politisi.
Lebih jauh Ade menuturkan, ia terjun ke dunia film merupakan dorongan untuk mengembangkan dunia perfilman. Sehingga film bisa menjadi pesan mendidik bagi masyarakat. Sebab selama ini, Ade berpandangan, banyak film atau sinetron di Indonesia yang hanya mengedepankan sisi hiburannya dibanding pendidikan yang bisa mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat.
"Film sebagai salah satu bentuk media untuk mempopulerkan eksistensi diri. Saya berharap ini juga bisa menambah atau memperbaiki kualitas film nasional kita agar lebih bermutu,“ kata Ade.
Menurut Ade, untuk penggarapan film tersebut 80 % dilakukan di Bali dan sisanya di Hollywood. Film yang menghabiskan dana sekitar US$ 2 juta itu, memang sengaja melibatkan pemain bola dunia dan aktor Hollywood. Tujuannya agar film itu bisa menambah warna baru bagi perfilman di Indonesia.
Tapi yang jelas, kata Ade Daud yang saat ditemui detikcom mengenakan kaos putih dan celana jeans biru, dirinya sangat menikmati kegiatan barunya ini. Mantan politisi PAN ini juga beralasan, aktivitas barunya ini juga sebagai sarana menenangkan diri dari sorotan publik yang menempatkan DPR sebagai sarang koruptor.
Namun ketika ditanya apakah ia akan memilih film atau politik, Ade mengatakan kalau dirinya tetap memilih menjadi politisi dibanding artis. “ Nanti siapa yang berani vokal meneriakkan korupsi di DPR kalau saya tidak menjadi politisi?“ kata Ade sambil tertawa.
Terjunnya para politisi ke dunia film memang punya beragam alasan. Tapi yang jelas unsur popularitas menjadi pilihan utama. Sebab pada gilirannya mereka akan maju ke gelanggang politik yang membutuhkan dukungan suara rakyat. Tidak heran jika beberapa politisi mengiklankan wajahnya di televisi supaya dikenal.
Apakah Saefullah Yusuf, Yusril Ihza Mahendra dan Ade Daud Nasution, sengaja terjun ke film supaya bisa lebih dikenal publik? Sejauh ini mereka menolak dikatakan demikian.
Tapi yang pasti, saat ini Saefullah Yusuf sedang berjuang di putaran ke dua di Pemilihan Gubernur Jawa Timur. Sedangkan Yusril berencana untuk maju di Pilpres 2009. Adapun Ade Daud Nasution ingin tetap berada di Senayan sebagai anggota DPR dalam Pemilu 2009. (ron/ddg)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
