Mata Uang Zimbabwe Dipangkas, 10 Miliar Dolar Jadi 1 Dolar
Kamis, 31/07/2008 00:03 WIB
(Foto: Reuters)
Harare
Zimbabwe melakukan langkah pemangkasan nilai uang untuk mengatasi perekonomian mereka yang semakin terpuruk karena hiper-inflasi 2,2 juta persen. Tidak tanggung-tanggung, 10 miliar dolar Zimbabwe dipotong nilainya menjadi hanya 1 dolar Zimbabwe.
"Dolar Zimbabwe akan di-redenominasi sepersepuluh miliar, berarti 10 nol dihilangkan dalam tiap nominal uang. 10 Miliar dolar akan bernilai hanya 1 dollar, mulai berlaku pada 1 Agustus," kata Gubernur Bank Sentra Zimbabwe Gideon Gono seperti dilansir Reuters, Rabu (30/7/2008).
Akibat inflasi parah, harga-harga yang meroket tinggi membuat penduduk asli Zimbabwe berjibaku untuk bertahan hidup. Bahkan minggu lalu bank sentral Zimbabwe menerbitkan pecahan uang 100 miliar dolar. Pedagang terpaksa menaikkan harga jualannya demi mempertahankan bisnisnya.
Pada pertengahan 2006, Gono juga menyunat 3 nol nilai uang dolar Zimbabwe. Hal ini dilakukan agar penduduk tidak kerepotan membawa bergepok-gepok uang untuk berbelanja. Namun, gara-gara itu, harga barang malah naik drastis.
Analis ekonomi pesimis langkah Gono dapat mengatasi masalah ekonomi Zimbabwe. Re-denominasi tersebut dilakukan hanya untuk mengatasi banyaknya angka nol di uang dolar Zimbabwe.
"Ini (re-denominasi) hanya untuk mengatasi absurditas kesulitan dengan banyaknya nol itu tetapi tidak menyentuh akar permasalahannya," kata konsultan ekonomi John Robertson. (gah/gah)
"Dolar Zimbabwe akan di-redenominasi sepersepuluh miliar, berarti 10 nol dihilangkan dalam tiap nominal uang. 10 Miliar dolar akan bernilai hanya 1 dollar, mulai berlaku pada 1 Agustus," kata Gubernur Bank Sentra Zimbabwe Gideon Gono seperti dilansir Reuters, Rabu (30/7/2008).
Akibat inflasi parah, harga-harga yang meroket tinggi membuat penduduk asli Zimbabwe berjibaku untuk bertahan hidup. Bahkan minggu lalu bank sentral Zimbabwe menerbitkan pecahan uang 100 miliar dolar. Pedagang terpaksa menaikkan harga jualannya demi mempertahankan bisnisnya.
Pada pertengahan 2006, Gono juga menyunat 3 nol nilai uang dolar Zimbabwe. Hal ini dilakukan agar penduduk tidak kerepotan membawa bergepok-gepok uang untuk berbelanja. Namun, gara-gara itu, harga barang malah naik drastis.
Analis ekonomi pesimis langkah Gono dapat mengatasi masalah ekonomi Zimbabwe. Re-denominasi tersebut dilakukan hanya untuk mengatasi banyaknya angka nol di uang dolar Zimbabwe.
"Ini (re-denominasi) hanya untuk mengatasi absurditas kesulitan dengan banyaknya nol itu tetapi tidak menyentuh akar permasalahannya," kata konsultan ekonomi John Robertson. (gah/gah)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 04:24 WIB
Di Depan SBY, Yusril Ancam Gugat Jaksa Agung Terkait Sisminbakum
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:54 WIB
Pasca Bentrok Warga dengan PTPN 2 di Deli Serdang, 1 Rumah Dibakar
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 01:27 WIB
Duh! Sepasang Pelajar Kedapatan Mesum di Lantai Parkiran Rumah Sakit
-
Sabtu, 26/05/2012 03:49 WIB
Pilkada DKI, Survei dengan Minim Responden Tidak Akurat
-
Sabtu, 26/05/2012 02:02 WIB
Usut Hambalang, KPK Gunakan Pendekatan Maksimalis
-
Sabtu, 26/05/2012 00:48 WIB
Jenazah Praja IPDN Yudhi Dimakamkan Tengah Malam di Medan
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
234 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
