Pengamat: Posisi Muhaimin Kuat, Lebih Baik Yenny Islah
Jumat, 25/07/2008 17:24 WIB
Jakarta
Keputusan Menkum HAM menguatkan posisi DPP PKB Muhaimin. PKB pimpinan Ali Masykur Musa dinilai tidak berdaya. Yenny Wahid cs lebih baik islah.
"Lebih baik mereka bersatu. Islah. Karena posisi PKB Muhaimin sekarang kuat sekali. Islah itu akan berpengaruh banyak," kata pengamat politik Sukardi Rinakit pada wartawan di Pressrom DPR, Senayan, Jakarta Jumat (25/7/2008).
Jika Pihak Yenny tidak mau islah, PKB Muhaimin akan diuntungkan. Perolehan PKB tidak akan banyak berubah jika Gus Dur hanya diam saja tanpa melakukan manuver politik. Pola pikir warga Nahdliyin terhadap PKB itu sudah paten.
"Kalau Gus Dur diam saja, tidak melakukan gerakan sama sekali, suara PKB akan tetap seperti Pemilu 2004. Orang Nahdliyin itu kalau sudah masuk bilik suara yang dipikir ya PKB," kata Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) ini.
Sebaliknya, jika Gus Dur bermanuver dengan cara berkeliling mengajak golput, suara PKB diprediksi akan turun. Namun turunnya suara PKB tidak akan total karena PKB merupakan partai yang memiliki basis yang jelas.
"Kalau Gus Dur berkeliling mengajak golput, pasti akan membuat suara PKB turun, tapi paling hanya 4 sampai 5 jutaan lah. Jadi masih besar," terangnya.
Bagaimana dengan langkah Muhaimin yang berupaya menggandeng PBNU? "Besarnya suara PKB itu karena kombinasi NU dan Gus Dur awalnya. Jadi langkah Muhamin mengandeng NU pasti ada pengaruhnya meskipun belum tentu banyak," pungkas Sukardi. (yid/fay)
"Lebih baik mereka bersatu. Islah. Karena posisi PKB Muhaimin sekarang kuat sekali. Islah itu akan berpengaruh banyak," kata pengamat politik Sukardi Rinakit pada wartawan di Pressrom DPR, Senayan, Jakarta Jumat (25/7/2008).
Jika Pihak Yenny tidak mau islah, PKB Muhaimin akan diuntungkan. Perolehan PKB tidak akan banyak berubah jika Gus Dur hanya diam saja tanpa melakukan manuver politik. Pola pikir warga Nahdliyin terhadap PKB itu sudah paten.
"Kalau Gus Dur diam saja, tidak melakukan gerakan sama sekali, suara PKB akan tetap seperti Pemilu 2004. Orang Nahdliyin itu kalau sudah masuk bilik suara yang dipikir ya PKB," kata Direktur Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) ini.
Sebaliknya, jika Gus Dur bermanuver dengan cara berkeliling mengajak golput, suara PKB diprediksi akan turun. Namun turunnya suara PKB tidak akan total karena PKB merupakan partai yang memiliki basis yang jelas.
"Kalau Gus Dur berkeliling mengajak golput, pasti akan membuat suara PKB turun, tapi paling hanya 4 sampai 5 jutaan lah. Jadi masih besar," terangnya.
Bagaimana dengan langkah Muhaimin yang berupaya menggandeng PBNU? "Besarnya suara PKB itu karena kombinasi NU dan Gus Dur awalnya. Jadi langkah Muhamin mengandeng NU pasti ada pengaruhnya meskipun belum tentu banyak," pungkas Sukardi. (yid/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 21/05/2012 19:16 WIB
John Kei Dikembalikan ke Sel Polda Metro Jaya Rabu 23 Mei
-
Senin, 21/05/2012 19:15 WIB
Budayawan Imbau Lady Gaga Berpakaian Tertutup di Indonesia
-
Senin, 21/05/2012 19:12 WIB
Diduga Gelapkan Dana 1.200 Nasabah, Manajer Koperasi Ditangkap
-
Senin, 21/05/2012 19:07 WIB
Penangguhan Ditolak, Rosidi 'Pengambil Pohon Jati' Tetap Ditahan
-
Senin, 21/05/2012 18:47 WIB
Pemeriksaan Ari Sigit Ditunda Hingga Rabu 23 Mei
-
Senin, 21/05/2012 18:30 WIB
Bagaimana Bentuk 'Piramida' di Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
Senin, 21/05/2012 18:45 WIB
Tragis! 3 Orang Tewas Saat Mendaki Mount Everest
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 470.000
- Rp 2,792.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
