Cegah Jaksa Korup, Harusnya Kejaksaan Seperti KPK
Rabu, 23/07/2008 18:39 WIB
Jakarta
Korps kejaksaan tengah menjadi sorotan. Lebih-lebih saat Jaksa Urip Tri Gunawan ditangkap. Untuk itu instansi penegak hukum pimpinan Hendarman Supandji itu diminta menetapkan aturan seperti KPK.
"Harusnya seperti KPK. Mereka sangat detail mengatur perilaku para anggotanya, bahkan berani melaporkan sesama anggotanya jika ada pelanggaran," kata anggota Komisi III DPR Eva Sundari dalam diskusi tentang kejaksaan di LBH, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Eva melanjutkan kejaksaan sebagai lembaga yang sudah lama, termasuk juga kepolisian mewarisi kultur organisasi turun temurun yaitu korup.
"Kejaksaan tidak punya item-item bagaimana ketentuan perilaku para anggotanya, yang ada hanya aturan umum saja. Dan itu pun multi tafsir," imbuhnya.
Politisi PDIP ini lantas menyoroti ucapan Hendarman yang pernah menyatakan untuk meningkatkan moralitas para jaksa, dia akan memperbanyak frekuensi pengajian di Kejaksan Agung.
"Bukan seperti itu. Sistem itu yang mengatur perilaku bukan diserahkan pada moralitas individu-individu. Ada penelitian tentang moralitas di Indonesia, kalau orang bicara korupsi okelah itu haram. Tapi ketika di breakdowan, adakah menerima hadiah itu korupsi nah limbung semua," tandasnya.
Hal senada pun disampaikan pengamat hukum Abdul Fikar, kejaksaan semestinya memberlakukan sistem reward and punishment bagi para petugasnya. "Karena KPK juga, gara-gara terjaminnya kesejahteraan aparatnya dengan tingkat pendapatan yang relatif mencukupi, bisa bekerja baik," timpalnya.
(ndr/fay)
"Harusnya seperti KPK. Mereka sangat detail mengatur perilaku para anggotanya, bahkan berani melaporkan sesama anggotanya jika ada pelanggaran," kata anggota Komisi III DPR Eva Sundari dalam diskusi tentang kejaksaan di LBH, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (23/7/2008).
Eva melanjutkan kejaksaan sebagai lembaga yang sudah lama, termasuk juga kepolisian mewarisi kultur organisasi turun temurun yaitu korup.
"Kejaksaan tidak punya item-item bagaimana ketentuan perilaku para anggotanya, yang ada hanya aturan umum saja. Dan itu pun multi tafsir," imbuhnya.
Politisi PDIP ini lantas menyoroti ucapan Hendarman yang pernah menyatakan untuk meningkatkan moralitas para jaksa, dia akan memperbanyak frekuensi pengajian di Kejaksan Agung.
"Bukan seperti itu. Sistem itu yang mengatur perilaku bukan diserahkan pada moralitas individu-individu. Ada penelitian tentang moralitas di Indonesia, kalau orang bicara korupsi okelah itu haram. Tapi ketika di breakdowan, adakah menerima hadiah itu korupsi nah limbung semua," tandasnya.
Hal senada pun disampaikan pengamat hukum Abdul Fikar, kejaksaan semestinya memberlakukan sistem reward and punishment bagi para petugasnya. "Karena KPK juga, gara-gara terjaminnya kesejahteraan aparatnya dengan tingkat pendapatan yang relatif mencukupi, bisa bekerja baik," timpalnya.
(ndr/fay)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
