Rabu, 23/07/2008 17:31 WIB
Rusak Situs Sejarah, Santri Tolak Tol Cikampek-Palimanan
Delapan santri dan pengurus pondok pesantren di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Cirebon ini tiba di Kantor Komnas HAM Jalan Latuharhary, Jakarta, Rabu (23/7/2008). Mereka ditemui oleh komisioner Komnas HAM, Johny Nelson Simanjuntak dan Ahmad Baso.
Pengurus Ponpes Ma'hadul Ilmi Ustadz Hamzah Haririe mengatakan, rencana pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan sepanjang 116 Km diprotes warga, khususnya 32 ponpes yang terkena pembangunan proyek. Pembangunan jalan tol ini juga akan merusak dan mengubah situs budaya dan sosial di lingkungan pesantren yang sudah berumur 300-an tahun tersebut.
Jalan tol sepanjang 116 Km ini melewati Kerawang, Subang, Indramayu dan Cirebon. Di wilayah Cirebon jalan tol itu sendiri akan melintas di sejumlah desa, yaitu Desa Budur, Desa Babakan, Desa Galagama, Desa Ciwaringin, Gedung Bunder, Desa Kempek, Desa Lungbenda, Desa Tegal Karang dan Desa Pegagan.
"Ini yang kita persoalkan, di trase 2006 Desa Ciwaringin tidak kena, kok di trase 2008 malah kena," kata Ustadz Hamzah.
Sejumlah ponpes tidak mempermasalahkan program yang dibuat pada trase 2006 karena beradius 300 meter dari Ponpes. "Herannya, pemerintah justru mengeluarkan SK Trase 2008, justru Desa Ciwaringin kena, ternyata dua tahun ini pemerintah tidak terbuka pada pesantren dan warga," ujarnya.
Proyek yang dibuat tahun 2008 ini akan membelah keberadan pesantren yang ada. Para santri khawatir akan terjadi kerusakan lingkungan. Terutama keberadaan pesantren Rabhitul Tolibin yang didirikan Ki Jatira di Desa Ciwaringin tahun 1715 silam.
"Jangan sampai pemerintah memaksakan kehendak. Sebab, situs cagar budaya sosial akan berubah bila tol itu melintas di pesantren. Saya harapkan pemerintah mau menimbang untuk kembali ke tarse 2006 atau kontrak tahun 1996," ungkapnya.
Ustadz Hamzah mengaku, kepentingan penolakannya itu demi menyelamatkan wilayah maqam-maqam sesepuh pesantren yang ada. Selain itu juga menyelamatkan tanah para orang tua santri yang telah diwakafkan kepada ponpes untuk dikembangkan.
"Jangan sampai pembangunan ini banyak merugikan semua, khususnya pesantren," tandasnya.
Ustad Hamzah juga menyatakan niat pihaknya untuk mengajukan gugatan kepada Menteri PU dan Gubernur Jawa Barat ke PTUN Bandung. Perjuangan pesantren ini juga didukung warga sekitar yang menolak pembangunan jalan tol.
"Zaman penjajahan Belanda saja, waktu Daendels membangun jalan Cirebon-Bandung ditentang santri, akhirnya Daendels mengalah dan mengeser lokasi jalan seperti yang ada sekarang," imbuhnya.
Dalam pertemuan itu, Ustad Hamzah juga menyampaikan dugaan praktik suap dalam proyek pembangunan Tol Cikampek-Palimanan. Pada 1995 ada penunjukan oleh PT Jasa Marga dan Menteri PU terhadap PT Baskhara Lokbuana sebagai pemenang tender pembangun Tol Subang-Dawuan sepanjang 52,50 Km yang akan menghubungkan Jakarta-Cikampek-Cirebon.
Ada juga surat Dirjen Bina Marga Departemen PU tanggal 9 Mei 1996 tentang permohonan surat persetujuan penetapan lokasi pembangunan (SP2LP) jalan tol Cikampek-Palimanan. Selain itu ditemukan benturan kepentingan dengan keluarnya koreksi SP2LP jalan tol Cikopo-Palimanan tanggal 22 Januari 2008, juga adanya keputusan Gubernur Jawa Barat tahun 2008 tentang perubahan atas keputusan Gubernur Jawa Barat tahun 2006 tentang lokasi pembangunan jalan tol Cikopo-Palimanan.
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(zal/fay)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
1,249 share this. -
Protes Harga BBM, Mahasiswa Semarang Buka Posko dan Mogok Makan 4 Hari
1,016 share this. -
Mahasiswa Mercu Buana Demo BBM di Meruya, Lalin Macet
602 share this. -
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
592 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
568 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 22:33 WIB
SBY Akan Rilis Buku Soal Kisah Suksesnya Menangkan Pemilu 2 Periode
-
Rabu, 19/06/2013 22:21 WIB
Merlion Pun Diselimuti Asap Kebakaran Hutan
-
Rabu, 19/06/2013 22:12 WIB
Ini Tips Sukses SBY untuk Menangkan Pilpres
-
Rabu, 19/06/2013 21:53 WIB
MK Ajak Kemenpora dan Lemhanas Tingkatkan Kesadaran Konstitusi
-
Rabu, 19/06/2013 21:45 WIB
Dipanggil Bro, Tifatul: Mahfudz Siddiq Masih Belajar Bahasa Inggris
-
Rabu, 19/06/2013 21:45 WIB
Dipanggil Bro, Tifatul: Mahfudz Siddiq Masih Belajar Bahasa Inggris
-
Rabu, 19/06/2013 21:23 WIB
Ini Kata Ical Soal 'Pasal Lapindo' di APBN-P 2013
-
Rabu, 19/06/2013 21:17 WIB
Canda SBY untuk Para Capres 2014
-
Rabu, 19/06/2013 20:45 WIB
Pak Jokowi, Penjaga Pintu Air Belum Terima Gaji 3 Bulan
-
Rabu, 19/06/2013 21:13 WIB
Di Kasus Pencucian Uang, KPK akan Miskinkan Nazaruddin
-
Rabu, 19/06/2013 22:12 WIB
Ini Tips Sukses SBY untuk Menangkan Pilpres
-
Rabu, 19/06/2013 19:54 WIB
Menko Kesra: Kabut Asap Singapura Bukan Hanya dari Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 20:04 WIB
Urai Macet, Pemprov Wajibkan Pedagang Pasar Tanah Abang Ber-KTP Jakarta
-
436 Komentar
-
362 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
210 Komentar
-
206 Komentar
-
201 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 17:31 WIB
Kasus Luthfi Hasan Ishaaq Muncul di Ujian SMK di Bogor, PKS Protes
-
Rabu, 19/06/2013 16:45 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

