Mahasiswa Sumut Desak Direktur PLN Mundur
Selasa, 22/07/2008 16:09 WIB
(foto: Wahyu Daniel/detikcom)
Medan
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Listrik (AMMPEL) Sumatera Utara (Sumut), melakukan aksi unjuk. Mereka mendesak Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar mundur.
Massa AMMPEL mendatangi kantor Pembangkit dan Penyaluran PT. PLN Persero Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Jl. Brigjen Katamso, Medan, Selasa (22/7/2008).
Koordinator aksi Dicky mengatakan, pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, merupakan bukti ketidakmampuan PLN menyediakan listrik bagi masyarakat.
"Kalau PLN melakukan pemadaman listrik, itu artinya PLN tidak mampu memikul tanggungjawab sebagai perusahaan penyedia listrik," kata Dicky.
Dampak dari pemadaman listrik menurut Dicky sangat merugikan masyarakat. Selain menghambat produktifitas industri kecil masyarakat, banyak barang-barang elektronik mengalami kerusakan akibat listrik hidup-mati.
"Bisa dibayangkan berapa kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik. Kadang tiga kali dalam sehari. Belum lagi alat elektronik yang rusak karena tegangannya tidak stabil," sebut Dicky.
Dalam tuntutannya, AMMPEL Sumut juga mendesak DPRD Sumut memanggil Dirut PLN Sumut karena dinilai melakukan penipuan terhadap masyarakat.
"PLN Sumut tidak transparan mengelola rekening listrik yang dibayarkan masyarakat. Tidak pernah ada laporan ke publik," terang Dicky.
Aksi demonstrasi AMMPEL Sumut hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit. Karena tidak mendapat tanggapan, mahasiswa kemudian membubarkan diri.
(rul/djo)
Massa AMMPEL mendatangi kantor Pembangkit dan Penyaluran PT. PLN Persero Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) di Jl. Brigjen Katamso, Medan, Selasa (22/7/2008).
Koordinator aksi Dicky mengatakan, pemadaman listrik secara bergilir yang dilakukan PLN di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, merupakan bukti ketidakmampuan PLN menyediakan listrik bagi masyarakat.
"Kalau PLN melakukan pemadaman listrik, itu artinya PLN tidak mampu memikul tanggungjawab sebagai perusahaan penyedia listrik," kata Dicky.
Dampak dari pemadaman listrik menurut Dicky sangat merugikan masyarakat. Selain menghambat produktifitas industri kecil masyarakat, banyak barang-barang elektronik mengalami kerusakan akibat listrik hidup-mati.
"Bisa dibayangkan berapa kerugian masyarakat akibat pemadaman listrik. Kadang tiga kali dalam sehari. Belum lagi alat elektronik yang rusak karena tegangannya tidak stabil," sebut Dicky.
Dalam tuntutannya, AMMPEL Sumut juga mendesak DPRD Sumut memanggil Dirut PLN Sumut karena dinilai melakukan penipuan terhadap masyarakat.
"PLN Sumut tidak transparan mengelola rekening listrik yang dibayarkan masyarakat. Tidak pernah ada laporan ke publik," terang Dicky.
Aksi demonstrasi AMMPEL Sumut hanya berlangsung sekitar tiga puluh menit. Karena tidak mendapat tanggapan, mahasiswa kemudian membubarkan diri.
(rul/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 00:58 WIB
Gempa 5,0 SR Guncang Bengkulu
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
